Indramayu ( Transtwonews ) – Massa aksi unjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Topi Jerami (ATJ) bergerak dari Tugu Perjuangan menuju Kejaksaan Negeri Indramayu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pendopo Kabupaten Indramayu Kamis, (7/5/2026).
Ratusan massa yang mayoritas masih remaja datang di Kejaksaan Negeri pukul 14.00. Diwarnai insiden aksi dorong dan kecaman dengan bahasa tidak santun, massa mengkritik pihak kejaksaan negeri Indramayu yang dinilai lambat menindaklanjuti sejumlah kasus dugaan korupsi di tubuh BUMD tersebut.
“Dugaan korupsi dan mark up dalam pengadaan barang pipa dan bahan kimia di PDAM 39 miliar tahun 2025, black transfer 2 miliar dan kasus lainnya di perusahaan BUMD sampai mana tindak lanjutnya? Kami pengen tahu detailnya, kata orator ATJ dari atas mobil komando.
Tidak puas dengan jawaban di Kejaksaan, massa ATJ bergerak ke gedung dewan dan kantor pendopo. Di dua tempat ini massa ATJ mulai memanas dan nyaris adu fisik dengan petugas kepolisian.
Massa bersitegang. Aksi saling dorong pendemo dengan pihak aparat kemanan pun terjadi. Puncaknya, massa ATJ melemparkan puluhan ular ke halaman pendopo karena massa mengaku kecewa tidak ditemui oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
“Semua yang bawa kamera agar merekam, kita akan kasih hadiah kejutan untuk Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Mari kita buka isi karung. Kita lempar ular ini ke pendopo,” teriak orator aksi dari atas mobil komando.
Kericuhan pun terjadi dengan petugas kepolisian serta satuan polisi pamong praja yang mengawal aksi demo, walaupun akhirnya situasi bisa dikendalikan dan kondusif.
Korlap demo, Rahmat nenilai kepemimpinan Lucky Hakim lebih mengutamakan pencitraan dibanding kerja nyata, sehingga mereka mendesak agar ia mundur dari jabatannya. Berbagai persoalan mulai dari polemik sampah kebersihan, pelayanan buruk PDAM dan dugaan korupsi di BUMD, juga dugaan gratifikasi jual beli jabatan serta pengondisian pekerjaan APBD yang dikendalikan bandar proyek lingkaran pendopo disuarakan ATJ.
ATJ menuntut transparansi tata kelola pemerintahan yang bersih dan terbebas dari KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme)
Massa juga menyoroti sikap pemerintah daerah yang dianggap tidak responsif terhadap aspirasi masyarakat karena Bupati tidak mau hadir menemui pendemo secara langsung.
Kekecewaan tersebut kemudian memicu aksi simbolik berupa pelepasan dan pelemparan puluhan ular ke area halaman pendopo sebagai bentuk protes keras.
( Kamal )


















