Indramayu ( Transtwonews ).Sesuai dengan Janji KOMPI dan Pengurus bersama koordinator desa (Kordes) dan perwakilan ibu-ibu donatur dari berbagai wilayah menyerahkan ganti rugi atas kerusakan fasilitas umum di Pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (6/4/2026) sore.
Penyerahan dilakukan dalam bentuk uang koin receh yang dibawa langsung oleh perwakilan massa atau petambak Indramayu
Ada sekitar lima karung dalam bentuk uang koin, KOMPI serahkan hasil yang diperoleh dari solidaritas petambak ke pendopo. Dan uang tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kerusakan yang terjadi di alun alun dan taman nol kilometer Indramayu.
Sejumlah perwakilan pengurus KOMPI mendatangi pendopo kabupaten Indramayu sambil membawa karung berisikan uang receh yang dihimpun dari para petambak dan masyarakat.
Uang tersebut dihitung beramai ramai sebelum diserahkan kepada bupati Indramayu Lucky Hakim.
Menurut informasi diterima, uang koin tersebut kurang- lebihnya berjumlah seratus juta rupiah, sebagaimana tuntutan dari bupati Indramayu Lucky Hakim yang menyebut kerusakan fasilitas publik di alun alun dan taman nol kilometer ditaksir mencapai Rp 100 juta. Setelah penghitungan bersama, lalu uang koin tersebut dimasukkan kembali ke dalam karung yang nantinya akan langsung diserahkan ke Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Di depan pintu Pendopo Indramayu, perwakilan KOMPI sudah disambut oleh bupati Indramayu Lucky Hakim, Sekda Indramayu Aep Surachman, dan jajaran kepala dinas.
Ketua KOMPI H Darsam menyampaikan bahwa kehadiran dirinya di pendopo untuk memenuhi janji pengunjukrasa yang akan mengganti seluruh kerusakan yang diakibatkan oleh aksi massa petambak.
Penyerahan uang koin tersebut langsung ditampik oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim yang menyebutkan bahwa tidak ada dasar hukumnya dan meminta Sekda Indramayu Aep Surahman untuk menjelaskan.
”Jadi terkait kerusakan atau ganti rugi yang dibiayai oleh APBD tidak dapat diganti oleh uang masyarakat sehingga kami tidak bisa menerima itu,” jelas Sekda Indramayu Aep Surahman.
Merasa uang tersebut tidak dapat diterima oleh Pemkab Indramayu, sejumlah perwakilan pengurus KOMPI langsung membuka karung berisi uang koin tersebut dan menghamburkannya kembali sebagai bentuk kekecewaan dari masyarakat petambak yang pernah mendukungnya saat pencalonan bupati.
”Kami ini pendukung tulus bupati Lucky tetapi kenapa dibeginikan,” kata sejumlah petambak.
Sebelum meninggalkan pengurus KOMPI, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengundang untuk berdialog dengan perwakilan petambak terkait proyek strategis nasional Revitalisasi Tambak Pesisir Pantura di dalam pendopo.
”Nanti malam kita ajak bapak bapak untuk berdialog di pendopo. Paling 15 sampai 20 orang perwakilan dari KOMPI,” jelas Lucky Hakim.
Dihubungi terpisah, Pembina KOMPI H. Juhadi Muhammad menolak ajakan dialog tersebut karena tanpa ada surat undangan yang seharusnya dilakukan sesuai administrasi. Juhadi juga meminta seluruh pengurus KOMPI untuk tidak memenuhi undangan secara lisan tersebut.
“Kita ini resmi bukan asal undang saja. Panggil pakai surat yang resmi. Sekalian sama dewannya diundang ” tegas Juhadi.
Dijelaskan Kordum Hatta, dana yang dikumpulkan berasal dari masyarakat yang tersebar di 7 desa dan 4 kecamatan yang terdampak.
Pihaknya juga mempersilakan untuk dilakukan penghitungan ulang jika diperlukan.
“Silakan dihitung, jika masih kurang, kami siap menambah. Ini murni dari masyarakat yang merasa terdampak,” katanya.
Aksi koin receh ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus pesan simbolik persatuan masyarakat pesisir pantura, khususnya para petambak.( Kamal )


















