Brazil Sebut Kematian Seorang Remaja tak Terkait Vaksin Pfizer

Kamis, 23 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brasilia (transtwonews) – Kematian remaja berusia 16 tahun setelah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 Pfizer/BioNTech disebabkan oleh kondisi pembekuan darah sebelumnya yang tidak terkait dengan vaksin, demikian pernyataan regulator kesehatan Brazil, Anvisa, pada Rabu (22/9).

Anvisa mengatakan kematian itu disebabkan oleh penyakit autoimun yang diderita remaja tersebut.

“Itu gambaran klinis ciri khas purpura trombositopenik trombotik (TTP), penyakit autoimun,” kata Anvisa melalui pernyataan.

TTP adalah kelainan langka yang menyebabkan darah lebih cepat menggumpal yang dapat menimbulkan masalah medis serius jika membatasi aliran darah ke organ-organ seperti otak, ginjal atau jantung.

Kekhawatiran tentang vaksin COVID-19 dan pembekuan darah memicu penyelidikan oleh para peneliti di seluruh dunia.

Komisi Eropa meminta pandangan ilmiah dari Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) mengenai apakah kaum perempuan dan dewasa muda berisiko lebih tinggi mengalami pembekuan darah setelah disuntik vaksin COVID-19 AstraZeneca.

EMA tidak langsung mengonfirmasi apakah ini masalahnya.

Pemerintah federal Brazil pekan lalu berusaha menghentikan vaksinasi COVID-19 di kalangan remaja sambil menyelidiki kematian tersebut sebagai kejadian ikutan pascaimunisasi. Namun sejumlah negara bagian bertekad untuk melanjutkan program tersebut.

Sekitar 3,5 juta warga Brazil berusia di antara 12-17 tahun telah memperoleh vaksin COVID-19.

Pfizer merupakan satu-satunya vaksin yang diizinkan untuk digunakan pada anak-anak di Brazil.

Sumber: Reuters

Berita Terkait

HUT ke-17 LBH Balinkras, Perkuat Solidaritas dan Komitmen Bela Masyarakat Kecil
Massa Aksi Demo ATJ Soroti Dugaan Korupsi PDAM, Beri “Hadiah” Ular Sekarung ke Pendopo Indramayu 
Siswa SMP di Indramayu Tewas, Diduga Akibat Tawuran di Jembatan Cimanuk Jatibarang
Pungli Berkedok BPJS Mengintai Ibu Hamil di Indramayu, Dua Oknum Diduga Raup Jutaan Rupiah
Demo KOMPI Berjalan Tertib, Pejabat Indramayu Diberi “Hadiah” Biawak.
Warga Desa Juntiweden Penerima Bantuan Beras CPP, Dipungut Rp15 Ribu
Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru Salah Satu  SMP Di Anjatan, 13 Siswa Mengaku Jadi Korban
Ketua Pokja Wartawan KBB Soroti Penyerapan Anggaran Dinkes 2025, Tuntut Transparansi Publik

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 15:50

HUT ke-17 LBH Balinkras, Perkuat Solidaritas dan Komitmen Bela Masyarakat Kecil

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:20

Massa Aksi Demo ATJ Soroti Dugaan Korupsi PDAM, Beri “Hadiah” Ular Sekarung ke Pendopo Indramayu 

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:53

Siswa SMP di Indramayu Tewas, Diduga Akibat Tawuran di Jembatan Cimanuk Jatibarang

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24

Pungli Berkedok BPJS Mengintai Ibu Hamil di Indramayu, Dua Oknum Diduga Raup Jutaan Rupiah

Kamis, 30 April 2026 - 13:39

Demo KOMPI Berjalan Tertib, Pejabat Indramayu Diberi “Hadiah” Biawak.

Berita Terbaru