SUMEDANG,transtwonews.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumedang menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor dan pohon tumbang di tiga titik berbeda pada Rabu (08/04/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Kejadian pertama terjadi di Jalan Raya Bandung–Cirebon, tepatnya di Dusun Jelekong RT 003 RW 008, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan. Material longsoran yang disertai tumbangnya pohon bambu dan pohon aren menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pada waktu yang hampir bersamaan, longsor juga terjadi di kawasan Cadas Pangeran, tepatnya di Dusun Singkup, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan. Longsoran tanah dari tebing setinggi kurang lebih 30 meter dengan lebar sekitar 15 meter menutup total badan jalan dari kedua arah. Titik ketiga berada di depan papan nama Cadas Pangeran Sumedang.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika melalui jajaran Polsek Pamulihan dan Polsek Sumedang Selatan bersama personel gabungan Polres Sumedang langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, pengamanan, serta koordinasi dengan instansi terkait.
“Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat dialihkan. Kendaraan roda dua dan roda empat diarahkan melalui jalur alternatif Cadas Pangeran atas, sedangkan kendaraan sumbu tiga dilakukan putar balik,” ujar Kasi Humas Polres Sumedang.
Dalam ketiga peristiwa tersebut dipastikan tidak terdapat korban jiwa. Namun, proses evakuasi sempat terkendala kondisi hujan yang masih berlangsung serta kebutuhan alat berat untuk membersihkan material longsoran.
Petugas kepolisian bersama BPBD dan instansi terkait terus bersiaga di lokasi guna memastikan keamanan serta kelancaran arus lalu lintas, sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan.
Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat dan responsif dalam menangani kejadian tersebut.
“Kami langsung menerjunkan personel ke lokasi begitu menerima laporan. Fokus utama kami adalah keselamatan masyarakat, pengamanan lokasi, serta percepatan penanganan agar arus lalu lintas dapat segera kembali normal,” ujarnya.
Setelah dilakukan penanganan dan pembersihan material longsor, arus lalu lintas di kedua jalur tersebut kini telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintasi jalur rawan longsor di tengah cuaca ekstrem.
(Redaksi)


















