Kabupaten Bandung, (Transtwonews) – Sebanyak 20 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Mekarjaya, Kecamatan Banjaran, mengeluhkan belum dibayarkannya insentif selama dua bulan pada tahun 2025. Ironisnya, kini sudah memasuki tahun 2026, namun hak tersebut belum juga mereka terima (25/2/2026).
Beberapa Linmas yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut, meski nominal insentif hanya Rp200 ribu per bulan, uang tersebut sangat berarti bagi mereka.
“Kami bingung kenapa insentif tahun 2025 belum dibayarkan sepenuhnya. Walaupun hanya Rp200 ribu per bulan, itu sangat kami butuhkan. Kami sudah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Diketahui, mekanisme pembayaran insentif Linmas di Desa Mekarjaya berada di bawah tanggung jawab Kasi Pemerintahan Desa sebagai leading sector penyaluran.
Pada Desember 2025, seluruh anggota Linmas disebut telah melakukan pertemuan dengan Kasi Pemerintahan yang turut disaksikan Sekretaris Desa. Pertemuan tersebut membahas keterlambatan pembayaran insentif selama dua bulan di tahun 2025.
Dalam forum tersebut, Kasi Pemerintahan tidak membantah adanya keterlambatan dan menyatakan kesanggupan untuk membayarkan tunggakan. Namun, pembayaran disebut akan dilakukan secara bertahap.
Janji tersebut hingga kini masih dinanti realisasinya.
“Kami berharap janji itu benar-benar ditepati. Kami hanya menuntut hak kami,” tambahnya.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya mengenai pengelolaan anggaran dan komitmen Pemerintah Desa dalam memenuhi hak aparatur desa non-struktural seperti Linmas. Meski nominalnya relatif kecil, keterlambatan pembayaran dinilai mencerminkan lemahnya tata kelola administrasi dan transparansi anggaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Mekarjaya terkait alasan belum dibayarkannya insentif dua bulan tahun 2025 tersebut.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius Pemerintah Desa agar hak-hak Beberapa Linmas dapat segera dipenuhi tanpa harus menunggu berlarut-larut hingga tahun anggaran berikutnya.
Nara sumber: Beberapa Linmas
Reporter:Hidayat


















