Proyek Pembangunan SPAL Desa Karanganyar Diduga Sarat Masalah

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu ( Transtwonews ) – Proyek pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga kuat beraroma korupsi. Proyek dengan volume panjang 132 meter x 0,60 meter tersebut menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 senilai Rp 86.153.000 dengan waktu pelaksanaan selama 30 hari kalender. Namun, pelaksanaannya menuai sorotan tajam dari warga setempat dan media lantaran dianggap tidak transparan serta tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Pantauan lapangan yang dilakukan awak media pada Selasa (30/9/2025) menemukan adanya kejanggalan terkait keterbukaan informasi publik. Salah satu yang paling mencolok adalah tidak adanya papan informasi proyek atau keterbukaan informasi publik (KIP) di lokasi pekerjaan. Padahal, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, pemasangan papan informasi adalah kewajiban untuk memberikan rincian kepada masyarakat mengenai lokasi proyek, sumber dana, volume pekerjaan, hingga alamat pengaduan jika terjadi masalah.

Ketika awak media mencoba mengonfirmasi kepada salah seorang pekerja di lokasi, jawaban yang diperoleh justru menimbulkan tanda tanya baru. Pekerja tersebut menyatakan bahwa proyek hanya bersifat rehabilitasi dan menyarankan agar wartawan langsung menanyakan detail kepada kepala desa selaku penanggung jawab kegiatan. Namun, keterangan ini bertolak belakang dengan temuan di lapangan, di mana papan informasi kegiatan yang dipasang justru tidak menampilkan informasi secara jelas dan transparan.

Seorang warga Blok Keder yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa. Menurutnya, proyek yang disebut pembangunan SPAL justru dicatat sebagai kegiatan rehabilitasi dalam papan informasi kegiatan. “Kalau memang pembangunan, seharusnya dimulai dari nol persen. Tapi kalau rehab, bentuknya pasti berbeda. Hal ini menimbulkan kecurigaan karena informasinya tidak jelas dan terkesan ditutupi,” ujarnya.

Minimnya transparansi ini membuat masyarakat meragukan kualitas dan pengelolaan proyek. Mereka menduga ada potensi penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan yang menggunakan dana desa tersebut.

Warga pun berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera melakukan investigasi dan memastikan proyek SPAL di Desa Karanganyar dikerjakan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, masyarakat mendesak agar prinsip transparansi dan akuntabilitas benar-benar diterapkan demi menghindari kecurigaan dan menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa.

( Kamal )

Berita Terkait

HUT ke-17 LBH Balinkras, Perkuat Solidaritas dan Komitmen Bela Masyarakat Kecil
Massa Aksi Demo ATJ Soroti Dugaan Korupsi PDAM, Beri “Hadiah” Ular Sekarung ke Pendopo Indramayu 
Siswa SMP di Indramayu Tewas, Diduga Akibat Tawuran di Jembatan Cimanuk Jatibarang
Pungli Berkedok BPJS Mengintai Ibu Hamil di Indramayu, Dua Oknum Diduga Raup Jutaan Rupiah
Demo KOMPI Berjalan Tertib, Pejabat Indramayu Diberi “Hadiah” Biawak.
Warga Desa Juntiweden Penerima Bantuan Beras CPP, Dipungut Rp15 Ribu
Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru Salah Satu  SMP Di Anjatan, 13 Siswa Mengaku Jadi Korban
Ketua Pokja Wartawan KBB Soroti Penyerapan Anggaran Dinkes 2025, Tuntut Transparansi Publik
Tag :

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 15:50

HUT ke-17 LBH Balinkras, Perkuat Solidaritas dan Komitmen Bela Masyarakat Kecil

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:20

Massa Aksi Demo ATJ Soroti Dugaan Korupsi PDAM, Beri “Hadiah” Ular Sekarung ke Pendopo Indramayu 

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:53

Siswa SMP di Indramayu Tewas, Diduga Akibat Tawuran di Jembatan Cimanuk Jatibarang

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24

Pungli Berkedok BPJS Mengintai Ibu Hamil di Indramayu, Dua Oknum Diduga Raup Jutaan Rupiah

Kamis, 30 April 2026 - 13:39

Demo KOMPI Berjalan Tertib, Pejabat Indramayu Diberi “Hadiah” Biawak.

Berita Terbaru