Primkopasindo Lapas Garut Dan Bpr Nusumma Kaji Skema Pembiayaan Program Ketahanan Pangan Di Lapas Garut

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, (Transtwonews).– Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, PRIMKOPASINDO Lapas Garut bersama Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Nusumma Jabar melakukan kajian bersama terkait potensi pembiayaan usaha produktif di lingkungan Lapas Garut.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan agribisnis yang terstruktur dan berkelanjutan.

Pertemuan yang digelar di Lapas Garut pada Kamis, 09 Mei 2025 ini dihadiri oleh jajaran pengurus PRIMKOPASINDO, perwakilan manajemen BPR Nusumma, serta pihak Lapas Garut. Fokus pembahasan tertuju pada peluang pengembangan sektor pertanian dan peternakan yang dikelola oleh warga binaan, serta skema pembiayaan yang memungkinkan untuk mendorong keberlanjutan program.

Ketua PRIMKOPASINDO Lapas Garut, Iyes Burhanudin, menyampaikan bahwa koperasi siap menjadi jembatan bagi pemberdayaan ekonomi warga binaan. “Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan ini bukan hanya memberi pelatihan, tapi juga memberi akses pada modal dan pasar,” ujarnya.

Kepala Lapas Garut, Rusdedy, menambahkan bahwa program ketahanan pangan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga binaan. “Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga kesempatan untuk mandiri secara ekonomi. Ini adalah bagian dari pembinaan mereka agar dapat kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan bekal yang berguna,” ujarnya.

Sementara itu, pihak BPR Nusumma yang diwakili oleh Lingga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. “BPR Nusumma berkomitmen mendukung ekonomi kerakyatan, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Kami sedang mengkaji skema pembiayaan yang aman, terukur, dan sesuai regulasi,” tuturnya.

Program ketahanan pangan ini mencakup berbagai kegiatan seperti budidaya sayuran, peternakan ayam dan ikan, serta pengolahan hasil pertanian yang ditujukan untuk kebutuhan internal lapas maupun potensi pasar luar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi WBP, selaras dengan misi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dengan adanya kajian bersama ini, diharapkan akan terbentuk sinergi nyata antara koperasi, perbankan, dan pihak pemasyarakatan dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif di lingkungan Lapas Garut.pungkasnya

(Ayi Ahmad) 

Berita Terkait

HUT ke-17 LBH Balinkras, Perkuat Solidaritas dan Komitmen Bela Masyarakat Kecil
Massa Aksi Demo ATJ Soroti Dugaan Korupsi PDAM, Beri “Hadiah” Ular Sekarung ke Pendopo Indramayu 
Siswa SMP di Indramayu Tewas, Diduga Akibat Tawuran di Jembatan Cimanuk Jatibarang
Pungli Berkedok BPJS Mengintai Ibu Hamil di Indramayu, Dua Oknum Diduga Raup Jutaan Rupiah
Demo KOMPI Berjalan Tertib, Pejabat Indramayu Diberi “Hadiah” Biawak.
Warga Desa Juntiweden Penerima Bantuan Beras CPP, Dipungut Rp15 Ribu
Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru Salah Satu  SMP Di Anjatan, 13 Siswa Mengaku Jadi Korban
Ketua Pokja Wartawan KBB Soroti Penyerapan Anggaran Dinkes 2025, Tuntut Transparansi Publik

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 15:50

HUT ke-17 LBH Balinkras, Perkuat Solidaritas dan Komitmen Bela Masyarakat Kecil

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:20

Massa Aksi Demo ATJ Soroti Dugaan Korupsi PDAM, Beri “Hadiah” Ular Sekarung ke Pendopo Indramayu 

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:53

Siswa SMP di Indramayu Tewas, Diduga Akibat Tawuran di Jembatan Cimanuk Jatibarang

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24

Pungli Berkedok BPJS Mengintai Ibu Hamil di Indramayu, Dua Oknum Diduga Raup Jutaan Rupiah

Kamis, 30 April 2026 - 13:39

Demo KOMPI Berjalan Tertib, Pejabat Indramayu Diberi “Hadiah” Biawak.

Berita Terbaru