Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Proyek Rekonstruksi Jalan di Cianjur Jadi Sorotan

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR,(transtwinews)  – Proyek rekonstruksi jalan Ruas Cikadu – Simpang Pancuh Tilu – Simpang Muara Cikadu, Kabupaten Cianjur, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp71.867.111.394,00, kini menjadi sorotan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut berada di bawah pengelolaan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I. Kontrak pekerjaan tercatat dengan nomor 9891/PUR.12.01.02/1.0031/SP/UPTD-PJ2WPI dan ditandatangani pada 7 April 2026. Pelaksana kegiatan adalah PT Trie Mukty Pertama Putra dengan masa pelaksanaan selama 260 hari kalender serta masa pemeliharaan 365 hari kalender. Adapun pengawasan proyek dilakukan oleh PT Cipta Multi Kreasi KSO dan PT Dimensi Ronakon.

Namun demikian, hasil pantauan di lapangan memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian teknis dalam pelaksanaan pekerjaan. Beberapa material yang digunakan disebut-sebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak pekerjaan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa material berupa pasir dan batu diduga diambil langsung dari sungai di sekitar lokasi proyek dan dipasok oleh sejumlah pengusaha lokal di wilayah Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait kualitas material yang digunakan dalam pembangunan jalan tersebut.

Selain itu, pada beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan berat dan berlubang, pekerjaan perbaikan diduga tidak menggunakan batu belah atau batu pecah (crop) sebagaimana lazim digunakan dalam standar konstruksi jalan. Masyarakat khawatir kondisi tersebut dapat mempengaruhi kualitas dan daya tahan jalan dalam jangka panjang.

Warga berharap pihak terkait, termasuk pengawas proyek dan instansi berwenang, segera melakukan pengecekan serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek agar pembangunan yang menggunakan anggaran besar tersebut benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

(Andi Sumardi)

Berita Terkait

Diduga Ditemukan Makanan Tidak Layak Konsumsi Dalam Program MBG di Kecamatan Gantar Indramayu
Eksibisi Pentas Seni SMPN 3 Sindang: Panggung Kreativitas yang Menginspirasi dan Menguatkan Karakter Siswa
FORWIT Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim Piatu Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadhan
Wakil Ketua DPRD Indramayu Amroni: “Jika NU Kuat, Bangsa Tidak Mudah Dipecah Belah
🚨 INFORMASI / MOHON BANTUAN 🚨
Satres Narkoba Polres Garut Amankan Belasan Botol Miras di Wanaraja
Jelang Tahun Baru 2026, Rutan Garut Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Aparat Penegak Hukum
Revitalisasi Sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung, Bupati Bandung Ucapkan Terima Kasih Kepada Presiden

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:03

Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Proyek Rekonstruksi Jalan di Cianjur Jadi Sorotan

Jumat, 17 April 2026 - 17:54

Diduga Ditemukan Makanan Tidak Layak Konsumsi Dalam Program MBG di Kecamatan Gantar Indramayu

Selasa, 14 April 2026 - 08:02

Eksibisi Pentas Seni SMPN 3 Sindang: Panggung Kreativitas yang Menginspirasi dan Menguatkan Karakter Siswa

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:06

FORWIT Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim Piatu Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadhan

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:11

Wakil Ketua DPRD Indramayu Amroni: “Jika NU Kuat, Bangsa Tidak Mudah Dipecah Belah

Berita Terbaru