Indramayu, ( Transtwonews ) – Suasana lapangan SMPN 3 Sindang tampak berbeda dari biasanya. Riuh tepuk tangan, alunan musik tradisional, serta warna-warni kostum budaya menyatu dalam sebuah momentum istimewa: Eksibisi Pentas Seni Praktik Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas IX yang berlangsung meriah, penuh semangat, dan sarat makna.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran, di mana seluruh siswa kelas IX diwajibkan menampilkan praktik seni budaya secara terbuka di hadapan warga sekolah. Lebih dari sekadar penilaian, eksibisi ini menjadi panggung aktualisasi diri, tempat para siswa menunjukkan bakat, kreativitas, dan keberanian mereka.
Beragam penampilan seni budaya ditampilkan secara memukau, baik secara individu maupun kelompok. Mulai dari epiknya Sendratari Ramayana, magisnya Tari Kecak, enerjiknya Tari Jaipong, hingga kekayaan budaya nusantara seperti Tari Dayak, Tari Papua, Tari Pesta Panen, dan Tari Selamat Datang. Setiap penampilan mencerminkan keberagaman budaya Indonesia yang hidup dalam jiwa generasi muda.
Dengan penuh percaya diri dan totalitas, para siswa tampil memukau. Mereka tidak hanya menari atau berakting, tetapi juga menjiwai setiap gerakan dan cerita yang disampaikan. Antusiasme penonton pun tak kalah luar biasa, memberikan apresiasi yang hangat dan membangun semangat para penampil.
Dikatakan Kepala sekolah, Hj. Ani Hanifah pada awak media Selasa 14/04/2026, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai bahwa eksibisi seni mampu membentuk karakter siswa menjadi lebih percaya diri, ekspresif, serta memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap seni dan budaya.
Sementara itu, guru mata pelajaran Seni Budaya kelas IX, Noer Endah Puspitasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menilai keterampilan, tetapi juga membangun karakter siswa. “Melalui pentas seni, siswa belajar tentang keberanian, kerja sama, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan budaya daerah. Ini adalah pembelajaran yang menyentuh hati,” ujarnya.
Eksibisi ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang membentuk jiwa, karakter, dan kepribadian siswa secara utuh. Dari panggung sederhana di lapangan sekolah, lahir semangat besar untuk terus berkarya, mencintai budaya, dan percaya pada potensi diri.
Kegiatan ini pun diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan mampu menggali potensi terbaik setiap siswa. ( Kamal )


















