Pungli Berkedok BPJS Mengintai Ibu Hamil di Indramayu, Dua Oknum Diduga Raup Jutaan Rupiah

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu ( Transtwonews ) – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) berkedok pengurusan BPJS kembali mencuat dan menyasar kelompok rentan. Seorang ibu hamil warga Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, menjadi korban ulah dua oknum yang diduga memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat demi keuntungan pribadi.

Korban, Nadiya, yang tengah mengandung lima bulan, mengaku didatangi dua orang bernama Rastipan dan Waram. Keduanya menawarkan jasa pengurusan BPJS gratis untuk kebutuhan persalinan, namun justru meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.

“Awalnya saya diminta Rp1 juta katanya untuk biaya operasional dan pengurusan administrasi. Setelah itu diminta lagi Rp800 ribu dengan alasan dari pusat. Tapi saya menolak karena BPJS-nya belum jadi,” ungkap Nadiya, Sabtu (2/5/2026).

Tak berhenti di situ, Nadiya mengaku kedua oknum tersebut kerap mendatangi rumah mertuanya hampir setiap hari, berupaya membujuk agar sisa uang yang diminta segera dibayarkan. Tekanan tersebut membuat korban merasa resah dan terintimidasi.

Di sisi lain, pihak Puskesmas Drunten Wetan menegaskan bahwa seluruh layanan pendaftaran BPJS Kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, tidak dipungut biaya alias gratis.

Kepala Puskesmas melalui Ketua Tata Usaha, Suroto, menepis keras adanya pungutan dalam proses tersebut.

“Kami melayani pendaftaran BPJS ini gratis bagi masyarakat, apalagi ibu hamil. Cukup datang membawa KTP dan KK, langsung kami bantu proses tanpa biaya,” tegasnya.

Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang mengatasnamakan jasa pengurusan BPJS. Selain merugikan secara materi, praktik semacam ini juga mencoreng citra pelayanan kesehatan yang seharusnya transparan dan berpihak kepada masyarakat.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi warga untuk lebih waspada terhadap modus penipuan berkedok layanan publik. Aparat penegak hukum pun diharapkan segera turun tangan untuk menindak tegas para pelaku, agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan perlindungan.

( Kamal )

Berita Terkait

Korwil FWJI Indramayu, Hadiri Peringatan Hari Pers Sedunia 
PEMERINTAH KECAMATAN KEDOKANBUNDER GELAR UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2026
Dugaan Korupsi dan Praktek Pungli Di Pasar Karangampel Cukup Marak
PRESTASI NASIONAL DI MOMENTUM HBP KE-62: BAPAS GARUT RAIH JUARA HARAPAN 2 BAPAS TERBAIK
BERIKAN PENGHARGAAN KEPADA MITRA BERDAMPAK, BAPAS GARUT GELAR TASYAKURAN HBP Ke-62
Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.Memaknai Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026
Warga RW 11 Desa Neglasari Bergotong Royong Perbaiki Jalan Akses TPU yang Tergerus Air
Demo Jilid II, 10 Ribu Massa KOMPI Dipastikan Duduki Pendopo Indramayu Tolak Revitalisasi Tambak Pantura
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:27

Korwil FWJI Indramayu, Hadiri Peringatan Hari Pers Sedunia 

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24

Pungli Berkedok BPJS Mengintai Ibu Hamil di Indramayu, Dua Oknum Diduga Raup Jutaan Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:14

PEMERINTAH KECAMATAN KEDOKANBUNDER GELAR UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:25

Dugaan Korupsi dan Praktek Pungli Di Pasar Karangampel Cukup Marak

Senin, 27 April 2026 - 16:23

PRESTASI NASIONAL DI MOMENTUM HBP KE-62: BAPAS GARUT RAIH JUARA HARAPAN 2 BAPAS TERBAIK

Berita Terbaru