Cianjur,(trantwonews) – 3 Februari 2026 –
PKBM AL-HIJRAH yang berlokasi di Kampung Garduh RT 01 RW 03, Desa Jatisari, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur, menjadi sorotan publik terkait dugaan manipulasi data dalam Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Oknum yang diduga terlibat adalah kepala sekolah Irwan dan operator Dapodik Andi Aprilian Rustandi (juga disebut Engkus).
Dugaan rekayasa data muncul setelah ditemukan kondisi jumlah siswa yang stagnan dari tahun ke tahun. Pada tahun ajaran 2025/2026, total siswa seluruh jenjang tercatat 829 orang – angka yang hampir sama sejak tahun 2023. Namun, pada tahun 2024 sebelum adanya pantauan dari awak media, data yang tercatat mencapai lebih dari 1.000 siswa.
Perbedaan mencolok juga terlihat jika dibandingkan dengan masa kepemimpinan sebelumnya. Ketika dipimpin oleh Wandi Ubaidillah sebagai kepala sekolah, pihak PKBM tidak pernah menghindar dari pemeriksaan atau konfirmasi oleh awak media, Hal ini berbeda dengan masa kepemimpinan Irwan, yang dinilai kurang transparan. Dan di duga tidak pernah muncul ke sekolah.
“Kami menduga ada praktik rekayasa data di PKBM yang kini dikendalikan oleh pihak terkait. Mohon kepada aparat penegak hukum, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk segera melakukan pemeriksaan mendalam terkait dugaan pelanggaran ini,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan nama.
Sebagai informasi, Dapodik merupakan sumber data utama pendidikan di Indonesia yang mencatat informasi tentang satuan pendidikan, peserta didik, pendidik, dan sarana prasarana. Rekayasa data di dalamnya dapat berdampak pada alokasi anggaran serta kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
” Berita ini disusun berdasarkan informasi yang diterima dan belum melalui verifikasi resmi dari pihak terkait. Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan update terbaru.
( Andi Sumardi )


















