Indramayu ( Transtwonews ) – Kasus dugaan hipnotis melalui sambungan telepon kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang ibu rumah tangga warga Desa Kaplongan, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu (29/10/2025).
Beredar di media sosial unggahan yang menyebut korban menerima panggilan dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai pihak penyelenggara giveaway atau undian berhadiah. Tanpa curiga, korban mengikuti instruksi penelepon dan mendatangi agen BRILink setempat untuk melakukan transfer uang ke rekening yang tidak dikenalnya.
Menurut keterangan warga sekitar, korban melakukan dua kali transaksi masing-masing sebesar Rp3.500.000 dan Rp6.500.000 dengan total kerugian mencapai Rp10 juta.
Petugas BRILink yang melayani transaksi mengaku tidak menaruh curiga karena korban merupakan pelanggan tetap. Namun, setelah proses transfer selesai, korban mendadak tampak linglung, diam cukup lama, lalu pingsan di tempat.
Peristiwa ini pun menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan dan hipnotis melalui telepon. Pihak berwenang menghimbau warga untuk tidak percaya pada panggilan atau pesan yang mengatasnamakan hadiah, undian atau promosi tertentu.
Apabila menerima telepon mencurigakan, masyarakat disarankan tidak memberikan data pribadi, nomor rekening, atau melakukan transaksi ke pihak yang tidak jelas. Segera minta pendampingan keluarga atau laporkan ke pihak kepolisian jika ada indikasi penipuan.
Kasus ini kini tengah menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum untuk mengusut pelaku di balik modus kejahatan ini.( Kamal )


















