Garut,(Transtwonews).- Pembukaan kegiatan FTBI Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat KecamatanTahun 2025.
Sebanyak 140 siswa dari 31 Sekolah mengikuti kegiatan FTBI Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat kecamatan Leuwigoong di Gedung PGRI cabang Leuwigoong (SD Negeri 3 Sindangsari), Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut, pada Rabu (13/08/25).
Dalam pelaksanaan FTBI tahun ini, terdapat tujuh mata lomba yang dipertandingkan, yaitu borangan (ngabodor sorangan), membaca dan menulis aksara Sunda, pidato (biantara), menyanyikan pupuh (nembang pupuh), membaca sajak, menulis cerita pendek (carpon), dan mendongeng (ngadongeng).
Koorwil bidang pendidikan Leuwigoong H.Omin. S.Pd., M.Pd., MCE, menegaskan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) bukan sekadar ajang lomba, tetapi merupakan gerakan kebudayaan yang hidup di lingkungan sekolah dan taat dan patuh membawa karakter ke masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tapi merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya, bahasa daerah, serta penguatan karakter peserta didik,” ucap korwil dalam sambutannya, saat membuka kegiatan FTBI di SDN 3 Sindangsari PGRI cabang Leuwigoong
Menurutnya, FTBI adalah program strategis untuk membina dan melestarikan bahasa ibu seperti Bahasa Sunda yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sunda,Dalam Ngamumule Budaya Sunda nguatkeun karakter bangsa.





“Di era modernisasi ini, keberadaan bahasa daerah semakin terpinggirkan oleh dominasi bahasa asing dan bahasa nasional. Karena itu, pelestarian bahasa ibu perlu terus digalakkan, khususnya di kalangan generasi muda,tandasnya .
Sambutan pembukaan menyampaikan Sorotan keberagaman peserta sebagai kekuatan dalam budaya lokal.Salah satu pemenang FTBI merupakan siswa Ini menunjukkan bahwa budaya Sunda dalam apapun yang ada bisa saling diperkenalkan dan menjadi kekayaan serta keindahan tersendiri, sehingga anak mampu dalam meraih prestasi teuneung ludeung ngatria tur perceka.. (Ayi Ahmad).


















