Garut,(Transtwonews).- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut menutup Tahun 2025 dengan prestasi Gemilang capaian kinerja yang dinilai sangat positif di berbagai sektor. Evaluasi di akhir tahun 2025 yang digelar kafe kejo comot lingkungan Lapas Garut memperlihatkan keberhasilan signifikan mulai dari bidang keamanan, pembinaan narapidana, pengelolaan anggaran, hingga pengembangan UMKM warga binaan.
Dalam Kegiatan refleksi akhir tahun saat ini dihadiri oleh perwakilan Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM diwakili pak Riyanto ,jajaran pejabat struktural Lapas Kelas IIA Garut, para kepala subseksi, serta tamu undangan awak media.Rabu(31/12/2025).
Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, Dalam memaparkan serta menegaskan bahwa sepanjang 2025 fokus utama Lapas Garut tetap bertumpu pada dua aspek fundamental, yakni pembinaan dan keamanan. pembinaan Setiap program yang kami jalankan tidak pernah lepas dari dua hal pokok itu, pembinaan dan keamanan. Di samping itu, tentu kami juga menghadapi berbagai persoalan yang lazim terjadi di dalam lapas, termasuk pengelolaan keuangan serta pelaksanaan program integrasi sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ucapnya
Menurutnya Dari sisi pengelolaan anggaran, Lapas Garut mencatat realisasi yang nyaris sempurna. Per 29 Desember 2025, serapan anggaran telah mencapai 98,78 persen dan pada akhir tahun berhasil dituntaskan hingga 100 persen. Tak hanya itu penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan kemandirian warga binaan juga tercapai. PNBP dari unit-unit usaha warga binaan berhasil kami capai 100 persen. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian berjalan dengan baik dan produktif”.Pada bidang integrasi, Lapas Garut selama 2025 memberikan berbagai hak kepada warga binaan. Tercatat sebanyak 669 orang menerima remisi keagamaan, 669 remisi umum, dan 594 remisi dasawarsa. Selain itu, terdapat 249 warga binaan yang memperoleh bebas bersyarat, 40 cuti bersyarat, 125 bebas murni, serta 36 orang yang telah mengantongi surat keputusan pembebasan untuk tahun 2026.
Bentuk apresiasi atas kinerja sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kepala Lapas Kelas IIA Garut Rusdedy memberikan penghargaan kepada para pegawai berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan kepada ; – lim Ruhimat selaku Kepala Seksi Kamtib dan KPLP atas capaian Lapas Bersinar. -Bambang sebagai Kepala Seksi Binadik atas keberhasilan integrasi dan penurunan over kapasitas.- Anggi Mutiara Pertiwi selaku Kasubag Tata Usaha atas kinerja anggaran.- Asep sebagai Kepala Seksi Kegiatan Kerja atas capaian ketahanan pangan dan UMKM.-Solehudin diapresiasi sebagai pegawai dengan kinerja terbaik tahun 2025.
Rusdedy menambahkan penjelasannya melalui program integrasi tersebut, jumlah penghuni Lapas Garut berhasil ditekan secara signifikan. “Dari sebelumnya lebih dari 800 orang, sekitar 300 warga binaan dibebaskan melalui program integrasi sebelum masa pidana habis. Alhamdulillah, di akhir tahun 2025 kami berhasil menekan over kapasitas hingga nol persen”. Sementara sampai saat ini, jumlah warga binaan di Lapas kelas IIA Garut tercatat sebanyak 523 orang. Dari jumlah tersebut, 368 orang atau lebih dari 60 persen aktif bekerja di berbagai unit kegiatan. Dan 218 orang lainnya aktif mengikuti pembinaan kepribadian. “Boleh dikatakan hampir tidak ada warga binaan yang menganggur. Semua kami dorong untuk terlibat dalam kegiatan positif,” ungkapnya
Pada sektor pembinaan kemandirian, Lapas kelas IIA Garut mengembangkan berbagai pelatihan keterampilan seperti produksi roti, pengolahan kopi, konveksi, hingga produksi tahu yang meski baru berjalan tiga bulan namun menunjukkan hasil menjanjikan. Bahkan, salah satu produk unggulan Lapas Garut, yakni Coir Shade berbahan serabut kelapa, berhasil menembus pasar internasional (Eropa) dengan total ekspor mencapai 8.500 unit. Di bidang keamanan dan ketertiban, Lapas Garut kini menyandang status Lapas Bersinar. pungkasnya
(Ayi Ahmad)


















