Garut,(Transtwonews).-Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut inisiasi kegiatan buka puasa bersama. Harapan untuk memperkuat sinergi antara Lapas Garut bersama media. Peran besar media dalam mensosialisasikan kegiatan pembinaan Lapas Garut dan menciptakan citra positif.
Momen buka puasa tersebut sebagai ajang untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, terutama menjelang Idul Fitri tahun 1447 H.
Kegiatan buka puasa bersama diselenggarakan Cafe Kejo Comot,Depan halaman Lapas Kelas IIA Garut dihadiri antaranya ; Kepala Lapas kelas IIA Garut, Rusdedy beserta Pejabat Struktural dan rekan-rekan media.
Rabu,(18/04/2026).
Kepala Lapas Garut Rusdedy mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada media yang telah hadir dan menginisiasi acara.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergi antara Lapas Garut dan media.
Media dianggap memiliki peran besar dalam mensosialisasikan agenda kegiatan Lapas dan memberikan citra positif.
Momen ini juga digunakan untuk saling memaafkan atas interaksi selama setahun terakhir, mengingat dinamika dan perbedaan pendapat yang mungkin terjadi.
Rusdedy menyebutkan banyaknya undangan kegiatan Ramadhan yang dihadiri, baik di sekitar Garut maupun hingga jakarta.Citra Negatif Lapas: Film-film seringkali membentuk citra negatif yang tidak sesuai dengan realitas lapas saat ini.Perubahan Positif Lapas Garut: Lapas Garut telah mengalami banyak perubahan positif, terutama dalam penanganan kasus narkoba dan kegiatan kemandirian.Pentingnya Dukungan dan Kerjasama, Keberhasilan Lapas Garut tidak lepas dari dukungan masyarakat, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, media, dan terutama kekompakan internal petugas lapas.
Kekompakan dan komitmen petugas lapas sangat krusial untuk mencegah penyelundupan narkoba dan menjaga sterilisasi lapas.Dengan tayangan Medsos Film-film seringkali menciptakan gambaran yang salah tentang lapas, membuat masyarakat terkejut ketika melihat kondisi sebenarnya yang jauh lebih baik,tandasnya.
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kegiatan Lapas Garut dikenal karena ekspor produk, kegiatan kemandirian, dan penanganan kasus narkoba yang efektif.Penanganan masalah narkoba di Lapas Garut dianggap sebagai salah satu yang terbaik.Dukungan dari berbagai pihak seperti masyarakat, aparat hukum (BNN, Polres), pemerintah daerah, dan media sangat penting untuk perubahan lapas. Kekompakan dan komitmen internal petugas lapas adalah faktor paling krusial untuk mencegah masuknya barang terlarang seperti narkoba.
Sistem pengamanan yang baik tidak akan efektif jika sumber daya manusianya (personil) tidak memiliki integritas dan komitmen yang kuat.saat jelang idul Fitri tahun 1447 Hijriah.
Warga binaan berhak menerima Baik muslim maupun non Muslim bahwa jumlah Penerima Remisi: Total 83 orang mendapatkan remisi .Dalam Kriteria Tidak Mendapatkan Remisi Sebanyak 14 orang yang harus menjalani subsider denda selama 3 bulan penuh, tidak bisa dipotong remisi.Dan
Belum Menjalani 6 Bulan: 5 orang belum memenuhi syarat minimal 6 bulan masa pidana.
Serta Pelanggaran Disiplin: 49 orang melakukan pelanggaran disiplin (misalnya menggunakan alat komunikasi). Narkoba di Lapas Garut sudah steril.
Pemberian Remisi 3 orang beragama non-Muslim.Penundaan Remisi: 6 orang ditunda remisinya.Proses Remisi: 1 orang masih dalam proses.Pencabutan Program: 6 orang dicabut program integrasinya.
Lapas Garut Pemberian remisi menghasilkan penghematan anggaran.Pungkasnya
(Ayi Ahmad)


















