RAPBD Indramayu 2026 Diduga Rawan Korupsi, Anggaran Kesehatan Jadi Sorotan!

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu ( Transtwonews ) – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Indramayu tahun 2026 menuai sorotan tajam. Dugaan praktik penyelewengan dan potensi tumpang tindih anggaran mengemuka, terutama pada sektor kesehatan yang krusial bagi masyarakat.

Salah satu pos yang menjadi perhatian khusus adalah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, terkait pengadaan obat-obatan dan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Kecurigaan ini memicu reaksi keras dari sejumlah aktivis sosial dan kemasyarakatan asal Indramayu.

Mereka menyoroti anggaran sebesar Rp 3,38 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan obat-obatan, perawatan, dan modal kesehatan. Menurut para aktivis, angka ini terkesan tidak wajar dan berpotensi menimbulkan biaya ganda. Selain itu, alokasi sebesar Rp 41 miliar untuk klaim kesehatan (PBI-D) juga dinilai rawan praktik serupa.

Aktivis sosial Agus TD mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi tumpang tindih anggaran.

“Pada RAPBD pos obat-obatan, perawatan dan modal kesehatan dengan kode belanja 13.5.1.01.00.0037 (Belanja Obat-obatan-Obat) Rp 2.659.060.250 dan kode belanja 14. 5.1.01.00.0038 untuk Belanja Obat-obatan lainnya Rp 733.096.000 sangat rawan berpotensi tumpang tindih dengan anggaran dari pusat dan BPJS,” kata aktivis sosial, Agus TD kepada wartawan,Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, dari 19 poin yang dianggap rawan dengan total nilai Rp 193 miliar, sektor Dinas Kesehatan menjadi yang paling mencolok potensi tumpang tindih dan biaya gandanya. Anggaran pengadaan obat-obatan sebesar Rp 3,38 miliar dinilai sangat signifikan dan membutuhkan pengawasan ketat.

Agus TD mengkritik lemahnya kontrol terhadap dokumen RAPBD, yang seharusnya menjadi dasar pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD sebelum disahkan menjadi APBD. Ia menekankan pentingnya pengawalan dari semua pihak untuk mencegah potensi kolusi antara eksekutif dan legislatif, serta praktik nepotisme yang menguntungkan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Lebih lanjut, Agus TD menjelaskan bahwa potensi biaya ganda seringkali tersembunyi dalam duplikasi nomenklatur kegiatan, terutama untuk belanja yang bersifat umum (Belanja Barang dan Jasa).

Item Mencurigakan dalam RAPBD 2026
Berdasarkan dokumen RAPBD 2026, terdapat beberapa item yang secara khusus mencurigakan atau berpotensi menimbulkan biaya ganda dan membutuhkan klarifikasi serius dari pihak terkait, termasuk DPRD Indramayu.

Salah satu yang paling mencolok adalah sub kegiatan Belanja Barang dan Jasa, khususnya Administrasi Umum Perangkat Daerah sebesar Rp42.000.000. Biaya ini dianggap berpotensi ganda dengan item-item spesifik di bawahnya seperti ATK dan pemeliharaan.

“Perlu dipastikan Rp42 juta ini untuk komponen apa saja, karena model-model RAPBD kecil-kecilan begini ada puluhan pos terutama biaya rapat koordinasi (Rakor). Jika dijumlahkan angkanya bisa miliaran anggaran yang tidak jelas,” tegasnya ( Kamal )

Berita Terkait

Pembinaan /Sosialisasi  Kapasitas RT-RW Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan-Garut
Bupati Lucky Hakim Membuka Pencanangan  BBGRM Tingkat Kabupaten Indramayu
Perkuat Keamanan Rutan, Kanwil Ditjenpas Jabar Laku
Bandung Bedas Creative Fashion Showcase, Emma Dety: Dekranasda Dorong Identitas Lokal Daerah Terus Dikembangkan
Penyaluran Bantuan Beras dan Minyak di Desa Sukamerang kecamatan Kersamanah
Juara 1 Provinsi hingga Peringkat 4 Nasional, Kabupaten Bandung Tunjukkan Kualitas Perencanaan Pembangunan
PTUN Bandung Menggelar Sidang Gugatan Pilwu Desa Tinumpuk, Tergugat Pemkab Indramayu Tidak Hadir
Pemilihan Kuwu Desa Tanjungsari Berlangsung Aman Dan Kondusif
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:01

Pembinaan /Sosialisasi  Kapasitas RT-RW Desa Cihuni Kecamatan Pangatikan-Garut

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:58

Bupati Lucky Hakim Membuka Pencanangan  BBGRM Tingkat Kabupaten Indramayu

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:26

Perkuat Keamanan Rutan, Kanwil Ditjenpas Jabar Laku

Senin, 22 Desember 2025 - 20:42

Bandung Bedas Creative Fashion Showcase, Emma Dety: Dekranasda Dorong Identitas Lokal Daerah Terus Dikembangkan

Senin, 22 Desember 2025 - 10:15

Penyaluran Bantuan Beras dan Minyak di Desa Sukamerang kecamatan Kersamanah

Berita Terbaru