Indramayu ( Transtwonews ) – Pemerintah Desa Jayalaksana Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu, menggelar pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari tradisi adat Mapag Sri, dan merupakan wujud syukur atas hasil panen tahun 2026. Acara berlangsung meriah yang berlangsung di Halaman Kantor Kuwu desa Jayalaksana, pada Kamis 21/05/2026.
Pada acara adat Mapag Sri tahun 2026 digelar Wayang Kulit Sekar Budhi Putra dengan Dalang Hadi Kasdina dan Pesinden Tia Permatasari dan diiringi gamelan khas Indramayu, yang digelar dari siang Kamis hari ini hingga malam Jum’at menjelang Subuh.
Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Kedokanbunder Roshadian Purnama SH, Sekcam Kedokanbunder Awan Gunawan, Kapolsek Kedokanbunder Ipda Eryana,KCD Pertanian Kecamatan Kedokanbunder Adnansyah, Kuwu Desa Jayalaksana H Warno beserta puluhan Perangkat Desa dan puluhan warga Desa Jayalaksana.
Ketika dikonfirmasi Media Transtwonews.com, Kuwu H. Warno menjelaskan bahwa Adat Mapag Sri bukan sekadar ritual, tetapi identitas budaya yang harus dilestarikan.
“Mapag Sri adalah cara kami mengucap syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah. Sekaligus menjadi momen mempererat kebersamaan warga. Lewat wayang kulit, nilai-nilai luhur leluhur bisa kita wariskan ke anak cucu,” ujar H. Warno.
Ditambahkan Kuwu H Warno,Tradisi Mapag Sri di Desa Jayalaksana diawali dengan kirab hasil bumi dengan diiringi Drumband, Kuwu H Warno bersama puluhan Masyarakat Desa Jayalaksana antusias berjalan kaki mengelilingi batas Desa di Wilayah Desa Jayalaksana.doa bersama di sawah, dan penyimpanan padi ke lumbung desa. Pagelaran wayang kulit menjadi puncak acara yang dinanti masyarakat setiap tahun, pungkasnya.
Sementara itu Camat Kedokanbunder Roshadian Purnama SH, menuturkan dalam kesempatan ini beliau menitipkan pesan penting kepada masyarakat Desa Jayalaksana terkait kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk sadar terhadap kebersihan lingkungan karena masalah sampah sekarang ini jadi masalah yang sangat luar biasa, oleh sebab itu jangan buang sampah sembarangan apalagi buang sampah disaluran sungai nanti bisa mempengaruhi hasil panen padi.
Ditegaskan camat Roshadian Purnama SH, ditengah kita bersyukur atas hasil panen, saya minta masyarakat tetap jaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, jangan lupa jaga pola hidup bersih dan yang paling penting adalah jangan membuang sampah sembarangan. Karena lingkungan yang bersih adalah bagian dari rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat bumi ini, tuturnya.
( Kamal )


















