Indramayu ( Transtwonews )- Di tengah riuhnya polemik pasca aksi unjuk rasa yang berujung pada perusakan fasilitas umum Alun-alun Indramayu, beredar sebuah video penggalangan dana pengumpulan koin.
Pengumpulan koin ini sebagai bentuk kepedulian dan pertanggungjawaban untuk memberesi Fasum yang rusak.
Gerakan penggalangan dana dengan cara unik mendatangi wilayah tambak dan menemui langsung psra petani dilokasi area lahan tambak yang jadi sumber gugatan KOMPI ini sudah terkumpul ribuan koin, seperti yang terekam di video yang beredar Sabtu (4/4/2026) siang.
Dalam rekaman itu, sejumlah masyarakat tampak berkumpul dalam kesederhanaan. Mereka tidak lagi membawa spanduk atau menyuarakan tuntutan, melainkan mengulurkan tangan, mengumpulkan koin demi koin.
Suara kecil logam yang saling beradu terdengar lirih, seolah menjadi gema dari peristiwa besar yang baru saja berlalu.
Penggalangan dana itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. Bukan dengan kemewahan, bukan pula dengan kemudahan, melainkan dari apa yang mereka miliki, sedikit demi sedikit, namun dilakukan bersama-sama.
Di balik koin-koin yang terkumpul, tersimpan makna yang lebih dalam. Ada kesadaran yang tumbuh, bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Dan ketika kesalahan telah terjadi, yang tersisa adalah keberanian untuk memperbaiki.
Peristiwa ini menjadi potret yang kontras. Di satu sisi, amarah sempat meluap dan tak terkendali. Namun di sisi lain, muncul ketulusan untuk bertanggung jawab tanpa sorotan, tanpa panggung, hanya dilandasi niat untuk memulihkan.
Video tersebut seakan menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya gelombang kekecewaan, nurani masyarakat tidak sepenuhnya hilang. Ia tetap hidup, perlahan, dalam tindakan-tindakan kecil yang mungkin tampak sederhana, namun memiliki arti yang besar.
Keping demi keping koin itu bukan sekadar alat tukar. Ia menjelma menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan harapan, bahwa apa yang sempat retak, masih bisa diperbaiki, selama ada kemauan untuk saling bertanggung jawab.
“Kami siap ganti rugi semua kerusakan Fasum di Alun-alun, berapapun biayanya kami siap ganti. Kami akan menggalang dana dan patungan para petani dan nelayan pesisir yang tergabung di KOMPI,” jelas Kordum, Hatta.
Hingga berita ini dirunkan belum ada keterangan berapa jumlah yang sudah terkumpul. ( Kamal )


















