Indramayu ( Transtwonews ). Pemerintah Desa Mekarwaru Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu menggelar acara tradisi Mapag Sri yang bertempat di halaman Kantor Desa Mekarwaru, Kamis (02/04/2026).
Acara Mapag Sri ini di hadiri Kepala Desa Mekarwaru, Ketua BPD, Kecamatan Gantar, Koramil, Polsek, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat dan masyarakat Desa Mekarwaru.
Dalam wawancara dengan Awak media online Kamis (02/04/2026) Kepala Desa Mekarwaru Edi Sukandi, SE mengatakan bahwa acara Mapag Sri merupakan agenda yang dilaksanakan setiap tahun seperti di desa-desa lain di Kabupaten Indramayu.
Kegiatan tradisi Mapag Sri ini sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Alloh SWT kepada masyarakat Desa Mekarwaru dimana sekarang ini sedang musim panen raya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Mekarwaru Edi Sukandi SE, menjelaskan bahwa dalam acara Mapag Sri ini kami melaksanakan kegiatan do’a bersama dengan masyarakat Desa Mekarwaru dan juga menghadirkan hiburan untuk masyarakat dengan mengadakan pagelaran Wayang Purwa Langen Suara Putra dari Desa Gegesik Lor Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.
Lebih lanjut Kepala Desa Mekarwaru yang memiliki Visi Mekarwaru JABAR ( Jujur, Adil, Bersih, Amanah dan Religius) ini berharap agar acara tradisi Mapag Sri dapat terus dilestarikan di masa yang akan datang.
Dalam pantauan awak media acara Mapag Sri ini mendapat sambutan yang meriah dari warga di mana sepanjang jalan masuk arena hiburan banyak dipenuhi warga yang sengaja mau nonton wayang.
Dalam wawancara dengan salah seorang warga bapak Supri (26) yang beralamat di Blok Sukatani I RT 16 RW 05 dirinya sebagai petani menyambut baik dan merasa senang dengan acara Mapag Sri ini karena untuk merawat tradisi yang setiap tahun dilaksanakan.
Pendapat senada disampaikan oleh Bapak Casdi (80) yang beralamat di Blok Bendara RT 30 RW 03 dirinya merasa senang dengan acara tradisi Mapag Sri karena ada hiburan wayang dan dirinya bisa nonton wayang.
Dalam kesempatan yang sama mengambil momentum Mapag Sri Ketua BPD Desa Mekarwaru Suryana mengajak kepada seluruh masyarakat untuk taat kepada aturan, taat kepada prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian terutama dalam hal kekompakan dalam bertani untuk mengurangi serangan hama tikus.
Tikus itu koloni maka kalau kita kompak dalam menanam padi artinya waktunya sama di mana – mana kita menanam padi, maka di sini ada padi di sana ada padi dan di setiap penjuru sawah ada padi maka ini akan bisa mengurangi serangan hama tikus, ujarnya.
( Kamal )


















