Pesantren Ramadhan SMPN 3 Sindang Gandeng IKSANI Untuk Transformasi Kehidupan Pesantren

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu, ( Transtwonews ) – SMPN 3 Sindang Indramayu kembali menghadirkan nuansa religius yang kental dalam program Pesantren Ramadhan 1447 H. Tahun ini, sekolah menggandeng IKSANI (Ikatan Keluarga Santri Ponpes Nurul Iman) Parung Bogor, Jawa Barat, untuk menghadirkan materi keislaman ala pesantren sekaligus mentransformasikan nilai-nilai kehidupan pesantren yang sesungguhnya kepada para siswa.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 2–6 Maret 2026, ini diikuti dengan penuh antusias oleh para siswa yang diposisikan sebagai “santri” selama program berlangsung. Mereka mendapatkan materi dasar keislaman yang komprehensif, meliputi Aqidah, Al-Qur’an, Hadits, Tarikh, Akhlaq, dan Fiqih. Tidak hanya pembelajaran klasikal, kegiatan juga dikemas dengan game edukatif serta dinamika santri yang membangun kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat ukhuwah Islamiyah.

Ketua Tim IKSANI Ponpes Nurul Iman Parung Bogor, Ustadz Banu Muhammad Ghalib, menjelaskan bahwa kegiatan turun langsung ke masyarakat, khususnya ke sekolah-sekolah, merupakan bagian dari pengabdian pesantren. Kali ini kami bekerja sama dengan SMPN 3 Sindang dengan menghadirkan santriwan dan santriwati sebanyak 25 santri untuk mendampingi tiap kelas.

“Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian masyarakat pesantren ketika para santri pulang kampung. Mereka tidak hanya kembali ke lingkungan masing-masing, tetapi juga mendedikasikan ilmunya, bersosialisasi dengan masyarakat, serta belajar secara nyata tentang dinamika kehidupan sosial. Ini adalah pembelajaran langsung yang sangat berharga,” ungkapnya.

Menurutnya, transformasi nilai-nilai pesantren bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga penanaman karakter. Kehidupan pesantren yang menekankan kesederhanaan, kedisiplinan, kemandirian, serta adab kepada guru dan sesama menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi berakhlakul karimah.

Pelaksana Program Pesantren Ramadhan SMPN 3 Sindang, Inah Mukinah, S. Pd. I., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis sekolah dalam memperkaya pengalaman spiritual siswa.

“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori keagamaan, tetapi juga merasakan atmosfer dan kultur pesantren. Dengan menghadirkan langsung tim dari IKSANI, siswa dapat belajar nilai-nilai kehidupan pesantren secara autentik, mulai dari tata cara berinteraksi, disiplin waktu, hingga penguatan ibadah harian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan sangat komunikatif dan menyenangkan, sehingga siswa tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan meskipun berlangsung intensif selama lima hari.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Sindang, Hj. Ani Hanifah, M. Pd., menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari visi sekolah dalam membentuk karakter religius peserta didik.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa-siswi SMPN 3 Sindang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas. Kerja sama dengan IKSANI Ponpes Nurul Iman Parung Bogor menjadi momentum penting untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam,” tuturnya.

Beliau juga mengapresiasi dedikasi tim IKSANI yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi ilmu di SMPN 3 Sindang. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan pesantren adalah wujud nyata kolaborasi pendidikan yang saling menguatkan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana sekolah berubah layaknya miniatur pesantren. Para siswa tampak lebih tertib, khusyuk dalam ibadah, serta aktif dalam diskusi keislaman. Momentum Ramadhan pun menjadi lebih bermakna, tidak hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga bulan pembelajaran dan pembentukan karakter.

Dengan terselenggaranya Pesantren Ramadhan ini, SMPN 3 Sindang kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam pembinaan moral dan spiritual. Diharapkan, nilai-nilai pesantren yang telah ditanamkan selama lima hari ini dapat terus tumbuh dan mewarnai kehidupan siswa, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

( Kamal )

Berita Terkait

Tanggapan AMP Desa Sendang Atas Pelimpahan Kasus Kuwu Amin Muhammad dari Polda Jabar ke Polres Indramayu
Berkedok Gubuk Nongkrong di Tanggul Cimanuk: Diduga Jadi Sarang Transaksi Obat Keras Daftar G, Warga Dorong Penggerebekan!
Pemerintah Kecamatan Kedokanbunder Gelar Rangkaian Harkitnas dan Merayakan HUT Bank BJB ke-64 Dengan Berbagai Kegiatan
FPP Indramayu Dukung Penuh Cirebon Raya Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Dedi Aryanto, SE Terpilih Kembali Sebagai Ketua DPC HNSI Indramayu
Kuwu Desa Jayalaksana H Warno Menggelar Syukuran Tradisi Adat Mapag Sri, Dengan Pagelaran Wayang Kulit
Ketua Pokja Wartawan KBB Tegaskan: “Hari Kebangkitan Nasional Harusnya Bupati KBB Membuka diri dari Sekat Birokrasi untuk Kemajuan Kabupaten Bandung Barat !
Sebagai Bentuk Syukur Hasil Panen Pemdes Tambi Terus Lestarikan Adat Mapag Sri
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:50

Tanggapan AMP Desa Sendang Atas Pelimpahan Kasus Kuwu Amin Muhammad dari Polda Jabar ke Polres Indramayu

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:15

Berkedok Gubuk Nongkrong di Tanggul Cimanuk: Diduga Jadi Sarang Transaksi Obat Keras Daftar G, Warga Dorong Penggerebekan!

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:48

Pemerintah Kecamatan Kedokanbunder Gelar Rangkaian Harkitnas dan Merayakan HUT Bank BJB ke-64 Dengan Berbagai Kegiatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:53

Dedi Aryanto, SE Terpilih Kembali Sebagai Ketua DPC HNSI Indramayu

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:27

Kuwu Desa Jayalaksana H Warno Menggelar Syukuran Tradisi Adat Mapag Sri, Dengan Pagelaran Wayang Kulit

Berita Terbaru