KIR SMPN 3 Sindang Ikut Berlaga Inovasi Pada Lomba Teknologi Tepat Guna Kabupaten Indramayu 2026

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu, ( Transtwonews ) – Semangat inovasi dan kreativitas generasi muda kembali bergelora. Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMPN 3 Sindang melenggang mengikuti Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Indramayu 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indramayu.

Kompetisi tahunan yang bergengsi ini menyediakan total hadiah sebesar Rp97,5 juta dengan mengusung tema “Maju Bersama Mengusung Indramayu dengan Inovasi dan Teknologi untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa.” Lomba ini terbuka bagi pelajar SMP/SMA/SMK, mahasiswa, serta masyarakat umum se-Kabupaten Indramayu.

Terdapat dua kategori utama, yakni kategori pelajar dan kategori mahasiswa/masyarakat umum. Masing-masing kategori memperebutkan Juara 1 sebesar Rp20 juta, Juara 2 Rp7,5 juta, dan Juara 3 Rp5 juta. Ajang ini menjadi ruang aktualisasi gagasan kreatif sekaligus wahana pembuktian bahwa inovasi lahir dari kepedulian terhadap potensi lokal.

Usung Inovasi Destilasi Kulit Mangga

Pada kompetisi tahun ini, Tim KIR SMPN 3 Sindang yang dibimbing oleh H. Sujaya, S. Pd. Gr. menghadirkan karya inovasi berupa alat destilasi sederhana untuk ekstraksi kulit mangga sebagai bahan dasar parfum khas Indramayu.

Inovasi ini terinspirasi dari melimpahnya produksi mangga di Indramayu, khususnya varietas unggulan seperti Mangga Gedong Gincu. Selama ini, kulit mangga kerap menjadi limbah yang kurang termanfaatkan. Melalui teknologi destilasi sederhana, limbah tersebut diolah menjadi ekstrak aroma alami yang berpotensi menjadi produk parfum khas daerah bernilai ekonomi tinggi.

“Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah bisa menjadi berkah. Kulit mangga yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai jual dan mendukung ekonomi desa,” ujar Ketua Tim KIR, Ramah Wati, yang didampingi oleh anggota timnya, Rahayu Nur Kholifah dan Violla Citra Melati.

Ramah Wati menambahkan bahwa proses pembuatan alat destilasi dirancang sederhana, hemat biaya, dan mudah direplikasi oleh masyarakat desa. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya berhenti di lomba, tetapi bisa diterapkan oleh pelaku UMKM di Indramayu,” ungkapnya penuh optimisme.

Jejak Prestasi yang Menginspirasi

Partisipasi dalam lomba TTG 2026 ini bukanlah langkah pertama bagi Tim KIR SMPN 3 Sindang. Sebelumnya, mereka berhasil meraih Juara 3 kategori SMP dalam ajang Cerdas Gerakan Inovasi Indramayu (Gincu Ayu) 2026 dengan menciptakan Plastik Biodegerable Ramah lingkungan yang diselenggarakan oleh Balitbang Bappeda Kabupaten Indramayu.

Prestasi tersebut menjadi motivasi kuat untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi daerah. Pembimbing KIR, H. Sujaya, S. Pd. Gr., menegaskan bahwa kegiatan KIR bukan sekadar lomba, melainkan proses pembelajaran bermakna.

“KIR melatih siswa berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Mereka belajar meneliti, mengidentifikasi masalah, lalu menghadirkan solusi berbasis potensi lokal. Inilah esensi pendidikan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Dukungan Penuh Sekolah

Kepala SMPN 3 Sindang, Hj. Ani Hanifah, M. Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kiprah siswa-siswinya.

“Kami bangga dengan semangat inovasi anak-anak KIR. Keikutsertaan mereka dalam lomba TTG ini menunjukkan bahwa pelajar SMP pun mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Semoga karya ini dapat mengharumkan nama sekolah sekaligus Kabupaten Indramayu,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa sekolah berkomitmen mendukung kegiatan riset dan inovasi sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran berbasis proyek dan penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila.

Menanam Benih Inovasi Sejak Dini

Keikutsertaan KIR SMPN 3 Sindang dalam Lomba TTG 2026 menjadi bukti bahwa semangat inovasi dapat tumbuh sejak bangku SMP. Melalui sentuhan teknologi tepat guna, potensi lokal seperti mangga Indramayu diangkat menjadi produk kreatif yang bernilai tambah.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi, langkah ini menjadi inspirasi bahwa generasi muda Indramayu siap berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa melalui inovasi dan teknologi.

Semoga langkah kecil para siswa ini menjadi pijakan besar menuju masa depan Indramayu yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. ( Kamal )

Berita Terkait

Tanggapan AMP Desa Sendang Atas Pelimpahan Kasus Kuwu Amin Muhammad dari Polda Jabar ke Polres Indramayu
Berkedok Gubuk Nongkrong di Tanggul Cimanuk: Diduga Jadi Sarang Transaksi Obat Keras Daftar G, Warga Dorong Penggerebekan!
Pemerintah Kecamatan Kedokanbunder Gelar Rangkaian Harkitnas dan Merayakan HUT Bank BJB ke-64 Dengan Berbagai Kegiatan
FPP Indramayu Dukung Penuh Cirebon Raya Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Dedi Aryanto, SE Terpilih Kembali Sebagai Ketua DPC HNSI Indramayu
Kuwu Desa Jayalaksana H Warno Menggelar Syukuran Tradisi Adat Mapag Sri, Dengan Pagelaran Wayang Kulit
Ketua Pokja Wartawan KBB Tegaskan: “Hari Kebangkitan Nasional Harusnya Bupati KBB Membuka diri dari Sekat Birokrasi untuk Kemajuan Kabupaten Bandung Barat !
Sebagai Bentuk Syukur Hasil Panen Pemdes Tambi Terus Lestarikan Adat Mapag Sri
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:50

Tanggapan AMP Desa Sendang Atas Pelimpahan Kasus Kuwu Amin Muhammad dari Polda Jabar ke Polres Indramayu

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:15

Berkedok Gubuk Nongkrong di Tanggul Cimanuk: Diduga Jadi Sarang Transaksi Obat Keras Daftar G, Warga Dorong Penggerebekan!

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:48

Pemerintah Kecamatan Kedokanbunder Gelar Rangkaian Harkitnas dan Merayakan HUT Bank BJB ke-64 Dengan Berbagai Kegiatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:53

Dedi Aryanto, SE Terpilih Kembali Sebagai Ketua DPC HNSI Indramayu

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:27

Kuwu Desa Jayalaksana H Warno Menggelar Syukuran Tradisi Adat Mapag Sri, Dengan Pagelaran Wayang Kulit

Berita Terbaru