Indramayu, ( Transtwonews ) – Forum Peduli Indramayu (FPI) mengumunkan penundaan waktu demo (unjuk rasa) akibat bencana banjir yang.menimpa wilayah Indramayu.
Pengumuman resmi ini disampaikan langsung Koordinator Umum (Kordum) FPI, Masdi, Selasa malam (27/1) di area Sport Center Indramayu.
Menurutnya, setelah berembuk yang melibatkan sejumlah Korlap (Koordinator Lapangan), unjuk rasa yang mestinya digelar Rabu pagi (28/1) ini ditunda sementara waktu atau dibatalkan.
“Mengingat kondisi cuaca yang sedang kurang memungkinkan untuk kesehatan massa aksi, dan di beberapa titik massa aksi sedang dirundung bencana banjir, maka untuk rencana giat aksi damai yang akan dilaksanakan pada Rabu 28 Januari 2026 dengan tujuan Kantor Pendopo Indramayu, untuk sementara waktu ditunda atau dibatalkan,”kata Masdi dalam surat resminya yang dikirim Intijayakoran.com.
Surat pembatalan demo dari FPI yang salinannya diterima redaksi Intijayakoran.com, Selasa malam (27/1).
Dijelaskan Masdi, surat pembatalan aksi damai juga di kirim ke Polres Indramayu sebagai bentuk tertib administrasi dan keseriusan penundaan waktu unjuk rasa.
Menurutnya, pembatalan demo ini tidak ada kaitan dengan kepentingan apapun dan murni karena cuaca banjir merata di wilayah kota mangga, termasuk banjir parah di wilayah sport center (SC) yang direncanakan sebagai titik kumpul massa unjuk rasa.
“Persiapan kita sudah matang, termasuk sudah menyiapkan alat peraga demo seperti spanduk, poster dan lainnya. Jadi pembatalan demo ini murni karena pertimbangan kemanusian, di Indramayu sedang dilanda musibah kebanjiran,”tegas Kordum Masdi.
Dibeberkan Masdi, terkait dugaan ucapan rasis Salman Al-Farisi yang dinilai membuat gaduh masyarakat, termasuk kewenangannya yang sudah offside, tak bisa dibiarkan. FPI akan terus bergerak hingga sampai menang untuk mendesak Bupati Lucky mencopot jabatan Salman dari staf khusus Bupati.
“Salman ini, stafsus rasa bupati yang sudah membuat tidak kondusif baik di lingkungan pejabat pemerintah daerah maupun masyarakat Indramayu. Kami tidak akan tinggal diam, usir Salman dari bumi Wiralodra,”tuas Masdi.
Aktivis perempuan, Nurbaeti menegaskan, area sport center yang direncanakan jadi titik kumpul massa aksi damai, kondisinya sangat tidak memungkinkan karena hampir setiap titik di kepung banjir.
“Tadi siang juga disini (SC) ditinjau oleh pak Sekda Aep Surahman dan sejumlah pejabat tinggi Indramayu termasuk Kadis Kimrum pak Erpin dan Kepala Dispara. Karena, di SC salah satu titik banjir terparah,”ungkap Nurbaeti yang juga Ketua paguyuban pedagang sport center.
( Kamal )


















