CIMANGGUNG,(transtwonews) – Paguyuban Seniman dan Budayawan Sumedang (PSBS) Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan budaya bertajuk “Ngeuyeuk Dayeuh, Ngolah Nagri, Ngawangkong di Lembur” di Lapang Bola Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 200 warga masyarakat. Hadir langsung Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.Ed, Kabid Kominfo Kabupaten Sumedang Bambang Rianto, S.STP., M.Si, Forkopimcam Kecamatan Cimanggung, Ketua Umum Sukmasajati Rusanto Joko Prakoso, Ketua Umum PSBS Dede Suhendar, Wakil Ketua PSBS Sri Handayani, Miss Grand Tourism Fasya Budi Utami, Kepala Desa Cimanggung Jajang Bahar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga Desa Cimanggung.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan budaya daerah, di antaranya LSR Sri Sariwangi, Rampak Pencak Silat Gajah Putih dan Domas, Rampak Terompet Milenial, Tari Jaipong, Orkes CCO RW 10, penampilan Miss Grand Tourism Fasya Budi Utami, serta Uman Satria.
Kepala Desa Cimanggung Jajang Bahar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bupati Sumedang atas perhatian dan dukungan kepada masyarakat Desa Cimanggung. Ia juga menyoroti manfaat pembangunan jalan Kabupaten Cimanggung–Sindulang yang kini dirasakan langsung oleh warga.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut sebagai bentuk komitmen pelestarian seni dan budaya lokal. Menurutnya, kegiatan “Ngeuyeuk Dayeuh, Ngolah Nagri, Ngawangkong di Lembur” menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk berdialog, bermusyawarah, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Bupati berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan di setiap kecamatan di Kabupaten Sumedang. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan dengan menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, serta membiasakan menanam pohon guna mencegah bencana banjir dan tanah longsor.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara warga, menggali dan mengembangkan potensi lokal, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta adat istiadat, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Sunda sebagai jati diri masyarakat nagri.
Editor:Redaksi Transtwonews


















