Garut,(Transtwonews) – Kegiatan Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu selenggarakan di Institut agama Islam Persis Garut
FTBI merupakan ajang apresiasi Bahasa dan Sastra daerah (terutama Bahasa Sunda) bagi siswa jenjang SD. Kegiatan dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kecamatan hingga kabupaten/kota, kemudian provinsi.
Untuk 2025, sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut telah menyelenggarakan seleksi awal FTBI tingkat kecamatan.Sebagai puncak rangkaian Revitalisasi bahasa daerah 2025.Dinas pendidikan Kabupaten Garut menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI)tahun 2025. Sebelum diselenggarakan FTBI 2025 jenjang SD di kabupaten Garut pada tahun 2025 Dinas pendidikan Kabupaten Garut telah melaksanakan diseminasi Revitalisasi bahasa daerah ke Semua guru yang ada di 42 Kecamatan di Kabupaten Garut.
Sebagai Nara Sumbernya adalah guru utama yang telah dibekali oleh balai bahasa dan seni daerah provinsi Jawa Barat.
FTBI tahun 2025 merupakan media apresiasi kepada murid yang dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah atau komunitas belajar di tingkat kecamatan, Kabupaten/kota dan provinsi.
Selain itu FTBI juga dilaksanakan sebagai upaya untuk mewujudkan teloransi ke bhinekaan di Indonesia.




Penyelenggaraan kegiatan FTBI tahun ini merupakan yang ke-5 kalinya dilaksanakan oleh dinas pendidikan kabupaten Garut yang dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2025.Bertempat di Institut agama Islam Persis (IAIP)Garut.Meskipun persiapan pelaksanaan cukup singkatnamun tahun ini pelaksanaan FTBI diharapkan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
FTBI untuk jenjang SD tahun 2025 diikuti oleh 42 Kecamatan yang ada di kabupaten Garut yang mengikuti tujuh mata lomba untuk katagori putra dan putri yaitu;ngadongeng,biantara,maca sajak,nembangpupuh,maca Jeung nulis aksara Sunda,ngarang Carita pondok dan ngabodor sorangan(Borangan).
Peserta yang mengikuti FTBI ini sebanyak dari 528 peserta yang terdiri dari: ngadongeng 70 peserta pa dan pi,Bimantara 69 pesertamaca sajak 72 peserta,nembang pupuh 76 peserta,maca Jeung nulis aksara sunda66 peserta,ngarang Carita pondok 67prsertadan ngabodor sorangan 71 peserta baik putrab dan Putri.
Penyelenggaraan FTBI tahun 2025 diawali dengan kegiatan Technical meeting untuk para pendamping lomba.Harapan dari penyelenggaraan kegiatan FTBI ini menghasilkan Pinunjul(juara) pada setiap bidang lombanya dan dapat membanggakan di tingkat provinsi Jawa Barat.
Selain itu penyelenggaraan FTBI tahun ini diharapkan tahun dapat meningkatkan rasa bangga terhadap bahasa dan sastra daerah.Sebab bahasa dan sastra sunda yang Sekarang mulai berkurang terutama dikalangan generasi muda. FTBI ini besar harapan generasi muda dimulai dari Sekolah Dasar bisa menjadi pinutur aktif bahasa ibu atau bahasa daerah,menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah dengan suka cita dan m nyenangkan.serta dapat menciptakan ruang kreatifitas dan inovasi,di kemerdekaan untuk mempertahankan keberlangsungan bahasadan sastra daerahs bagai bahasa ibu.pungkasnya.
(Ayi Ahmad)


















