IPPAFest 2025 Tampilkan 7.519 Produk dan 120 Lukisan Karya Warga Binaan: Baciprut Rutan Garut Raih Penjualan Terbanyak Pertama

Selasa, 12 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang ,(Transtwonews).– Baciprut Rutan Kelas IIB Garut mencuri perhatian publik pada ajang Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025 dengan meraih penghargaan sebagai penjualan produk terbanyak pertama. Penghargaan ini diumumkan dalam acara penutupan IPPAFest yang digelar pada 8–10 Agustus 2025 di Aloha Pasir Putih PIK 2, Kota Tangerang.

Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat produktif para Warga Binaan tetap menyala meski dalam keterbatasan. Produk unggulan hasil karya Warga Binaan Rutan Garut, Baciprut (Baso Aci Produksi Rutan Garut), berhasil menarik minat pengunjung dan mencatat penjualan terbanyak dibandingkan ratusan produk lainnya dari seluruh Indonesia.

Festival tahun ini mengusung tema “Merdeka Kreativitas, Walau Tempat Terbatas,” sebagai simbol bahwa daya cipta dan semangat Warga Binaan tak dibatasi oleh ruang fisik. Sebanyak 7.519 produk dan 120 lukisan ditampilkan oleh Warga Binaan dari 627 Unit Pelaksana Teknis di bawah 33 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dalam sambutannya saat membuka IPPAFest, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa karya Warga Binaan layak mendapat ruang apresiasi dan pasar yang lebih luas. “Festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga bentuk kampanye sosial untuk mengangkat harkat dan martabat Warga Binaan melalui karya-karya produktif yang bernilai estetis dan ekonomis,” ujar Menteri Agus.

Selain pameran produk, IPPAFest juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni seperti band, tari daerah, DJ performance, bartender show, dan barongsai—semua menampilkan keterlibatan aktif Warga Binaan.

Keberhasilan Baciprut Rutan Garut dalam meraih penghargaan tertinggi dalam kategori penjualan menjadi contoh sukses dari upaya pemberdayaan di balik tembok pemasyarakatan. Ini menegaskan bahwa perubahan itu mungkin, dan masa depan yang produktif bisa dibangun mulai dari dalam Lapas/Rutan.(Ayi Ahmad)

Berita Terkait

Kordum Hatta: KOMPI Pastikan Datang di Acara Raker DPRD Senin Besok, Bawa 30 Pengurus dan Kordes
FWJI Indramayu Tegas Dukung KOMPI: Tolak Revitalisasi Tambak yang Ancam Kehidupan Petani
Momen Halalbihalal PWRI dan LLI Kabupaten Indramayu, Berikan Santunan Puluhan Anak Yatim dan Piatu
KOMPI Galang Dana Untuk Ganti Rugi Kerusakan Fasum Alun-alun Indramayu
KOMPI Siap Ganti Fasum Alun-Alun yang Rusak, Kordum Hatta: Perjuangan Kita Bela Rakyat Sampai Titik Darah Penghabisan
Pokja Wartawan KBB Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Profesionalisme
Pemerintah Desa Mekarwaru Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu, Gelar Acara Tradisi Mapag Sri
Rumah Politikus PDIP Ono Surono di Indramayu Digeledah KPK

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 11:22

Kordum Hatta: KOMPI Pastikan Datang di Acara Raker DPRD Senin Besok, Bawa 30 Pengurus dan Kordes

Sabtu, 4 April 2026 - 16:38

FWJI Indramayu Tegas Dukung KOMPI: Tolak Revitalisasi Tambak yang Ancam Kehidupan Petani

Sabtu, 4 April 2026 - 16:05

Momen Halalbihalal PWRI dan LLI Kabupaten Indramayu, Berikan Santunan Puluhan Anak Yatim dan Piatu

Sabtu, 4 April 2026 - 15:50

KOMPI Galang Dana Untuk Ganti Rugi Kerusakan Fasum Alun-alun Indramayu

Sabtu, 4 April 2026 - 08:01

Pokja Wartawan KBB Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Profesionalisme

Berita Terbaru