Bangkitkan Identitas Angklung, SORA Ciptakan Karya Orisinil Bertema Nusantara

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung,(transtwonews) – Angklung, selama ini hanya dikenal sebagai alat musik tradisional khas Jawa Barat yang dimainkan secara massal atau mengiringi lagu-lagu populer. Kini, ia tengah dibangkitkan sebagai instrumen pencipta, pusat dari sebuah komposisi musik yang orisinal, berkarakter, dan relevan secara global.

Gagasan tersebut diwujudkan Komunitas SORA (Sound of Heritage) melalui penyelenggaraan festival Genderang Angklung Nusantara “Spirit of The Nation” yang berlangsung di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Kota Bandung pada Minggu malam, 3 Agustus 2025.

Acara tersebut terdiri dari dua kegiatan utama: Lomba Cipta Karya Musik Angklung Tingkat Nasional dan Konser SORA, yang menampilkan dua 12 karya orisinal bertema Nusantara. Melalui karya-karya tersebut, angklung tak hanya memainkan lagu dari luar, melainkan mengangkat narasi budaya Indonesia dari Papua hingga Sumatra sebagai materi penciptaan musik.

Pendiri Komunitas SORA sekaligus inovator pengkaryaan baru musik Angklung di Indonesia, Yadi Mulyadi, menyampaikan kegelisahannya atas posisi angklung yang nyaris tidak memiliki karya asli. Menurutnya, angklung kerap hanya dipakai untuk memainkan lagu populer, tapi tidak diberi ruang untuk membentuk identitas musikalnya sendiri.

“Sebetulnya yang kami bawa di SORA itu satu, memberikan identitas baru bagi angklung. Selama ini angklung dianggap hanya media saja. Orang lebih sering memainkan lagu-lagu lain seperti pop dan dangdut di angklung, sedangkan angklung sendiri tidak punya karya. Dan itu sangat menyedihkan,” ujar Yadi.

Kritik tersebut menjadi dasar bagi Yadi yang sejak 2010 mulai menciptakan konser-konser yang menjadikan angklung sebagai sentral komposisi, bukan pengiring. Dalam konser ke-10 SORA kali ini, ia membuktikan, angklung mampu memainkan karya-karya universal yang bisa diapresiasi dan dimainkan musisi dari berbagai belahan dunia.

Salah satu pencapaian penting dalam konser Genderang Angklung Nusantara “Spirit of The Nation” adalah keterlibatan seorang musisi asal Tiongkok. Kolaborasi lintas budaya semakin memperluas cakrawala musik angklung, sekaligus membuktikan potensi instrumen tradisional tersebut untuk hadir dalam kancah internasional.

“Konsep kami adalah menciptakan karya musik baru. Angklung tidak hanya dimainkan di Jawa Barat. Saya ingin mengangkat angklung ke jenjang lebih tinggi secara internasional. Maka saya membuat komposisi yang bisa dimainkan siapa saja, dari Eropa, Amerika, hingga Asia,” jelasnya.

Tingginya antusiasme masyarakat semakin membuktikan relevansi upaya tersebut. Selama dua hari pelaksanaan, festival Genderang Angklung Nusantara “Spirit of The Nation” dihadiri lebih dari 3.000 orang, termasuk peserta lomba, siswa, guru, orang tua, hingga masyarakat umum.

“Alhamdulillah animo luar biasa. Tiket langsung sold out, dan ini rekor bagi kami. Total kemarin sekitar 2.500 orang, ditambah hari ini sekitar 500. Jadi selama dua hari lebih dari 3.000 orang hadir,” jelas Yadi.

Ibnu

Berita Terkait

Tokoh Agama Ustadz Moch. Dudi Zenudin Ajak Masyarakat Isi Malam Tahun Baru dengan Doa Bersama
Kegiatan Budaya “Ngeuyeuk Dayeuh, Ngolah Nagri, Ngawangkong di Lembur” Digelar di Desa Cimanggung
Tasyakur Bini’Kmat Widiya Sari Ke-15 :Acara Rutin Rumasa di Bandung Bersama Ustadz Moch Dudi Zaenudin
Ratusan Masyarakat Gelar Doa Bersama Dalam Acara Unjungan Buyut Jayalaksana Desa Kapringan
Buyut Kandran Blok Serja Desa Sudimampir Menggelar Acara Unjungan
Kepala Desa Cibesi Ajak Masyarakat Jaga Tradisi Keislaman Dalam Pengajian Rutin Bulanan Desa Cibeusi
Momen Curhat Ibu Rasih Warga Gang 2 Selatan Desa Karangampel Kidul, Pada Kang Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat
Majelis Ta’lim Miftahul Huda Peringati Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW serta Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H dan Haol Ajengan Moch Udin(Alm)ke 20 tahun

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 21:00

Tokoh Agama Ustadz Moch. Dudi Zenudin Ajak Masyarakat Isi Malam Tahun Baru dengan Doa Bersama

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:17

Kegiatan Budaya “Ngeuyeuk Dayeuh, Ngolah Nagri, Ngawangkong di Lembur” Digelar di Desa Cimanggung

Senin, 3 November 2025 - 21:10

Tasyakur Bini’Kmat Widiya Sari Ke-15 :Acara Rutin Rumasa di Bandung Bersama Ustadz Moch Dudi Zaenudin

Sabtu, 1 November 2025 - 16:40

Ratusan Masyarakat Gelar Doa Bersama Dalam Acara Unjungan Buyut Jayalaksana Desa Kapringan

Rabu, 1 Oktober 2025 - 17:21

Buyut Kandran Blok Serja Desa Sudimampir Menggelar Acara Unjungan

Berita Terbaru