Kabupaten Bandung (Transtwonews) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bandung melalui Sapras PUTR Banjaran terus menggencarkan pemeliharaan rutin di sepanjang ruas jalan Banjaran–Soreang dengan melakukan perbaikan hotmix pada sejumlah titik yang berlubang, Selasa (4/3/2026).
Kegiatan perbaikan difokuskan di ruas Banjaran–Cangkuang, tepatnya di Jalan Raya Cangkuang dan Kamasan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan serta kenyamanan para pengguna jalan, terlebih menjelang meningkatnya volume kendaraan saat arus mudik 1447 Hijriah.
Sejumlah petugas tampak melakukan penambalan pada titik-titik kerusakan, mulai dari lubang hingga permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi tersebut sebelumnya dikeluhkan pengguna jalan karena berpotensi membahayakan pengendara, khususnya roda dua.
Naskida, salah seorang pegawai Sapras PUTR Banjaran, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin guna memastikan keamanan lalu lintas.
“Perbaikan ini untuk menghindari kerusakan jalan seperti lubang, permukaan tidak rata, atau keretakan yang dapat menyebabkan kecelakaan kendaraan dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Selain faktor keselamatan, perbaikan jalan juga bertujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Jalan yang dalam kondisi baik dinilai mampu mempercepat waktu tempuh, mengurangi potensi kemacetan, serta menunjang aktivitas ekonomi warga.
Menurutnya, pemeliharaan berkala juga merupakan langkah strategis untuk memperpanjang usia pakai jalan. Kerusakan yang ditangani sejak dini dinilai dapat menekan biaya perbaikan besar di kemudian hari.
Namun demikian, masyarakat berharap perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, melainkan memiliki kualitas pengerjaan yang benar-benar tahan lama. Mengingat ruas Banjaran–Soreang merupakan jalur vital penghubung aktivitas warga dan distribusi barang.
Dengan meningkatnya arus kendaraan menjelang mudik, konsistensi pengawasan dan kualitas pekerjaan menjadi perhatian penting agar manfaat perbaikan benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.
Reporter: Hidayat


















