Indramayu (Transtwonews) – Dalam lembar sejarah hidup Try Sutrisno tokoh militer yang kelak menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia terdapat sebuah babak penting yang jarang dibahas namun sarat makna perjuangan. Di masa mudanya, Try adalah sosok yang menyimpan tekad kuat, tekad yang membimbing langkahnya menuju kehidupan sebagai seorang prajurit sejati.
Dengan keberanian yang tidak dimiliki semua orang seusianya, Try Sutrisno muda memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Sekolah Perwira Zeni. Keputusan ini bukan sekadar pilihan pendidikan, melainkan sebuah komitmen untuk mengabdi kepada tanah air. Di balik senyum muda yang tegas, terselip keinginan besar untuk membangun negeri melalui jalur militer sebuah jalan yang penuh disiplin, ketegasan, dan pengorbanan.
Pilihan itu kemudian membawanya memulai fase baru dalam hidupnya: menjadi Taruna Atekad (Akademi Teknik Angkatan Darat) di Bandung. Kota Kembang menjadi saksi bisu bagaimana seorang pemuda bernama Try menempa karakter, memperkuat disiplin, dan memperkaya wawasan teknis yang menjadi fondasi karier militernya di masa depan. Di lingkungan taruna yang keras namun membentuk, Try belajar tentang loyalitas, strategi, kerja sama, serta dedikasi tanpa batas terhadap bangsa dan negara.
Dari barak taruna hingga ke ruang-ruang kelas, dari medan latihan hingga pembentukan mental yang tak kenal lelah semua itu melahirkan pribadi kuat yang kelak dikenal seluruh Indonesia sebagai pemimpin tegas, berwibawa, dan penuh integritas.
Langkah awalnya sebagai pemuda pemberani di Atekad itulah yang menjadi pijakan kokoh bagi perjalanan panjang Try Sutrisno, perjalanan menuju puncak kepemimpinan nasional.
( Kamal)


















