Jadi Pembicara Diskusi Panel di Deretan Menteri, Bupati Ini Jadi Sorotan

Selasa, 17 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor,(transtwonews) – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjadi pembicara dalam diskusi panel dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forkopimda yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Selasa (17/1/2023).

Rakornas yang bertajuk ‘Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi’ dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan dihadiri 4.551 undangan dan peserta dari pemerintah pusat hingga daerah.

Rakornas yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri itu dibagi dalam empat panel diskusi.

Bupati Dony Ahmad Munir sendiri menjadi narasumber pada Panel Ketiga Diskusi sebagai best practice penanganan stunting.

Isu-isu lainnya yang dibahas dalam Panel Ketiga ialah penanganan COVID-19, kemiskinan dan jaring pengaman sosial.

Turut menjadi narasumber pada Panel Ketiga yakni Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah, serta ahli fisika dan matematika Yohanes Surya.

Bupati Dony dalam paparannya menyampaikan, sebagaimana arahan Presiden RI bahwa pemerintah harus memanfaatkan teknologi untuk mempercepat mudah urusan masyarakat.

Ia menjelaskan,di awal kepemimpinannya menjadi bupati Sumedang pada Tahun 2018 lalu, kondisi birokrasi pemerintahan di Kabupaten Sumedang mengalami titik terendah dengan nilai SAKIP, IPM, NIB dan stunting yang tidak begitu baik.

“Kapasitas birokrasi pemerintahan kami terendah bahkan nilai SAKIP kami rangking 27 dari 27 kabupaten kota, stunting kami 32, 20 persen, dan ini masuk 100 lokus prioritas TNP2K untuk percepatan penurunan stunting, IPM rendah, NIB terbatas,” ujarnya.

Baru pada tahun 2022, kata bupati, kapasitas birokrasi di Kabupaten Sumedang semakin membaik dan tingkat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

“Perubahan ini tidak terlepas dari SPBE sebagai pengungkit tata kelola pemerintahan,” katanya.

Menurut Dony, dengan SPBE, pihaknya bisa memperoleh data secara akurat, tepat dan real time sehingga bisa memproses dalam pengambilan keputusan secara cepat dan lebih baik.

“Alhamdulillah, dampak dari SPBE yang meningkat dari 2,46 ke 3,84, SPBE kami tertinggi di Indonesia. Dulu kami berguru ke Banyuwangi dan Kota Bandung. Kemudian stunting kami dari 32 ke 8,27,” ungkapnya.

Dikatakan bupati, SPBE sebagai alat pengungkit tetap harus ditopang oleh mobilisasi dan orkestrasi jenjang lintas pemerintahan dan lintas stakeholders.

Masih menurutnya, SPBE sebagai alat atau tools bukan hanya soal teknologi tetapi juga soal people dan governance.

“Intinya kami melakukan mobilisasi seluruh stakeholder. Kader Posyandu kami ada 9 ribu lebih dan 1.704 Posyandu. Kami latih supaya mereka paham akan penyebab dan cara mengatasinya. Kami juga latih cara menggunakan platform digital. Kami punya aplikasi SIMPATI. Kemudian 1.704 posyandu kami berikan smartphone untuk input data sehingga rekomendasi dan intervensi setiap desa berbeda,” jelasnya.

Lanjut dikatakan bupati, stunting bisa diatasi dengan intervensi spesifik dan intervensi sensitif melalui mobilisasi, modal sosial dan mengorkestrasi pentahelix.

“Stunting kami bisa rendah dan kata kuncinya SPBE memantik manajemen data sehingga mendorong efektifitas program dan bisa menurunkan angka stunting,” tuturnya.

Terakhir bupati mengatakan, untuk kebutuhan layanan informasi stunting bisa diakses melalui aplikasi WA Kepo.

“Aplikasi ini, semua orang bisa melihat dan sudah terintegrasi dengan Kepolisian, Kejaksaan dan TNI. Kalau mau memiliki Wa Kepo, 081122202220 ini real time,” pungkasnya.**

Berita Terkait

Audiensi Bersama Bupati Lucky Buntu, Demo Besok Dipastikan KOMPI Bawa 10 Ribu Massa Duduki Pendopo Tolak Revitalisasi Tambak
Kabupaten Bandung Raih Peringkat Ke-3 Nasional, KDS Sukses Tingkatkan Kinerja ASN
Kang DS Dukung Langkah PMII Kabupaten Bandung dalam Gerakan Berantas Narkoba
KDS Turun Langsung, Normalisasi Sungai Cisunggalah Dikebut Lewat Kolaborasi Pentahelix
Atas Dukungan Kang Cucun, KDS Usulkan 3 Program Prioritas Atasi Banjir Kabupaten Bandung ke Kementerian PUPR
Rangkaian HUT ke-385, Bupati KDS: Niatkan Bekerja Lillahi Ta’ala, Segera Turun ke Lokasi Banjir
KDS Sambut Program BSPS dan KUR Perumahan, 1.200 Rutilahu Kabupaten Bandung Segera Dibedah Tahun Ini
Halal Bihalal Komando 73 Wilayah Banten 1447 H/2026 M Pererat Silaturahmi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:57

Audiensi Bersama Bupati Lucky Buntu, Demo Besok Dipastikan KOMPI Bawa 10 Ribu Massa Duduki Pendopo Tolak Revitalisasi Tambak

Senin, 27 April 2026 - 11:48

Kabupaten Bandung Raih Peringkat Ke-3 Nasional, KDS Sukses Tingkatkan Kinerja ASN

Minggu, 26 April 2026 - 08:19

Kang DS Dukung Langkah PMII Kabupaten Bandung dalam Gerakan Berantas Narkoba

Kamis, 23 April 2026 - 17:52

KDS Turun Langsung, Normalisasi Sungai Cisunggalah Dikebut Lewat Kolaborasi Pentahelix

Selasa, 21 April 2026 - 18:25

Atas Dukungan Kang Cucun, KDS Usulkan 3 Program Prioritas Atasi Banjir Kabupaten Bandung ke Kementerian PUPR

Berita Terbaru