Rektor Unhan dorong penguatan teknologi pertahanan di era Industri 4.0

Senin, 25 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (transtwonews.com) – Rektor Universitas Pertahanan Amarulla Octavian mendorong penguatan teknologi pertahanan di era Revolusi Industri 4.0 untuk penerapan “Network Centric Warfare” yang lebih efektif dalam operasi militer.

“Kehadiran teknologi IOT (Internet of Things, red.) dan jaringan backbone komunikasi berkecepatan tinggi sangat memungkinkan penerapan ‘Network Centric Warfare’ yang efektif dalam operasi militer,” kata Amarulla dalam Focus Group Discussion bertajuk “Strengthening Defense Technology in The Era of Internet of Military Things in Supporting The National Defense” yang disiarkan di kanal YouTube Universitas Pertahanan RI Official, Senin.

Network Centric Warfare, kata Amarulla, merupakan konsep operasi militer yang memanfaatkan keunggulan informasi untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan tempur. Peningkatan kekuatan tersebut dapat terjadi melalui integrasi seluruh entitas yang memiliki informasi dalam medan tempur.

Adapun entitas yang dimaksudkan oleh Amarulla adalah jaringan sensor, jaringan pengambil keputusan, dan jaringan pelaksana. Integrasi yang terjadi, tutur ia, dapat mendorong agar tercapai Keunggulan Informasi.

Keunggulan Informasi adalah kemampuan untuk mengumpulkan, memproses, dan menyebarkan aliran informasi tanpa gangguan dan saat yang bersamaan dapat mengeksploitasi dan menangkal kemampuan lawan untuk melakukan hal yang sama.

Amarulla menjelaskan keunggulan Informasi yang dihasilkan oleh Network Centric Warfare bermanfaat untuk membangun kewaspadaan bersama, meningkatkan kecepatan komando, tempo operasi, daya hancur, hingga survival ability (kemampuan bertahan) yang lebih tinggi, serta memiliki kemampuan self synchronization (sinkronisasi mandiri).

“Ilustrasi itu menekankan pentingnya penguatan teknologi pertahanan di era Revolusi Industri 4.0 untuk kepentingan pertahanan negara,” ucap Amarulla.

Dengan demikian, pemanfaatan teknologi IOT untuk mendukung implementasi konsep Network Centric Warfare sangat dibutuhkan. Dalam aspek pertahanan dan teknologi IOT telah dipadukan dengan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence / AI), komputasi kuantum, dan big data.

Paduan tersebut mendorong penggunaan beragam satelit dan sensor dalam jumlah yang besar untuk melakukan sintesis data yang diperoleh secara otomatis melalui beragam perangkat keras dan perangkat lunak komputer untuk kepentingan militer.

“Tanpa upaya penguatan teknologi pertahanan, suatu negara akan tertinggal dari negara lainnya di tengah pesatnya kemajuan teknologi pertahanan,” kata Amarulla. (ant)

Berita Terkait

Sengketa Sepele Bisa Berujung Panjang, Ini Pentingnya Konsultasi Hukum Sejak Dini
Gebyar Prestasi TK se-Kecamatan Leuwigoong di Ponpes Alquran Asy-Syafiiah yayasan Mumtaaz El Mabruuk
Yayasan Al-Jabar Rutin Santuni Anak Yatim Jelang Idul Fitri
Bakti sosial Wujud Nyata Kepedulian OSIS  SMP PGRI Sukasono  Untuk Masyarakat
Ada-ada Saja Inovasi Koramil Tanjungsari, Ibu Persit Ajak Generasi Emas Kembali Ceria Lewat Permainan Tradisional
Sebanyak 72 Siswa Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa di SMPN 1 Sukawening.
Peringatan Isra’ Mi’raj di SMPN 3 Sindang, Drs. H. Gunawan, M.Pd.I.: Isra’ Mi’raj sebagai Ujian dan Penghibur bagi Rasulullah SAW dan Umatnya
Pihak Sekolah Gandeng Polsek Sukawening Tertibkan Knalpot Brong

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 22:31

Sengketa Sepele Bisa Berujung Panjang, Ini Pentingnya Konsultasi Hukum Sejak Dini

Sabtu, 4 April 2026 - 15:47

Gebyar Prestasi TK se-Kecamatan Leuwigoong di Ponpes Alquran Asy-Syafiiah yayasan Mumtaaz El Mabruuk

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:29

Yayasan Al-Jabar Rutin Santuni Anak Yatim Jelang Idul Fitri

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:33

Bakti sosial Wujud Nyata Kepedulian OSIS  SMP PGRI Sukasono  Untuk Masyarakat

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:01

Ada-ada Saja Inovasi Koramil Tanjungsari, Ibu Persit Ajak Generasi Emas Kembali Ceria Lewat Permainan Tradisional

Berita Terbaru